Find Us On Social Media :

Eks Direktur Juventus Bilang, Maurizio Sarri Buruk untuk Sepak Bola

Pelatih Juventus, Maurizio Sarri, dalam konferensi pers pada 20 Juni 2019.

SportFEAT.COM - Kritik pedas tengah menyambangi pelatih Juventus, Maurizio Sarri, pascalaga pekan ketiga Liga Italia.

Juventus hanya meraih hasil seri tanpa gol saat bertandang ke markas Fiorentina, Stadion Artemio Franchi, Sabtu (14/9/2019).

Pelatih Juventus, Maurizio Sarri, beralasan bahwa ketidakmampuan timnya memetik kemenangan pada laga pekan ketiga Liga Italia itu karena faktor cuaca.

"Bermain pada sore hari di Florence ketika musim panas, merupakan hal yang sulit bagi setiap pemain," tutur Maurizio Sarri, dikutip SportFEAT.com dari laman Sky Italia.

Baca Juga: Cetak Gol Perdana, Pemain Persib Bandung Ini Rasakan Hal Luar Biasa

Hanya saja, penuturan Sarri tersebut berseberangan dengan eks juru taktik I Bianconeri, Antonio Conte.

Menurut Conte, cuaca tidak ada hubungannya dengan hasil permainan tim di atas lapangan.

"Saya tak ingin mengatakan apa pun (untuk menanggapinya). Kalau tidak, mari kita mulai membandingkan neraca dan sumber daya keuangan (kedua tim)," tutur Conte dengan tersenyum.

"Ia (Sarri) harus tenang, sebab ia berada di tim yang saat ini kuat," ucapnya menambahkan.

Baca Juga: Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty Punya Ambisi Gebrak 5 Besar Dunia

Rupanya, eks Direktur Juve, Luciano Moggi, sependapat dengan Conte.

Pertama, ia menilai bahwa Sarri hanya berlindung di balik dalih yang tidak masuk akal atas kegagalan Juventus membawa pulang tiga poin.

"Sarri punya kebiasaan selalu mencari-cari alasan. Ia melakukannya di mana pun klubnya," ucap Moggi, seperti dikutip SportFEAT.com dari stasiun radio Italia, Radio Punto Nuovo.

"Hal itu buruk bagi sepak bola dan Conte memberikan jawaban yang benar untuk menanggapi dia," kata pria berumur 82 tahun ini menyambung.

Kedua, Moggi, yang pensiun dari posisi direktur Juve pada 2006, berkomentar negatif soal bagaimana Maurizio Sarri merancang taktik.

Baca Juga: Sah! Rachmad Hidayat Jadi Rekrutan Paling Gres Persija Jakarta

"Saya selalu berpikir bahwa untuk mengubah permainan dibutuhkan pergantian pemain, sesuatu yang tidak dilakukan Sarri," kata Moggi.

"Juventus punya pemain juara yang bisa memenangkan pertandingan pada situasi apa pun, tetapi Sarri tidak melakukan pertandingan," tuturnya lagi.

Apa yang dinyatakan Moggi sepertinya benar.

Karena, meski Sarri melakukan tiga pergantian pemain, ia melakukan hal tersebut hanya untuk mensubstitusi pilar di posisi yang sama.

Baca Juga: 2 Klub Paling Aktif di Bursa Transfer Pemain Paruh Musim Liga 1 2019

Bukan untuk mengubah pendekatan strategi alias formasi tim.

Federico Bernardeschi yang ditarik pada menit kedelapan diganti dengan sesama sayap, Douglas Costa.

Sementara itu, Rodrigo Bentancur digantikan oleh Miralem Pjanic. Keduanya merupakan gelandang tengah.

Ada juga Danilo, bek sayap yang mengisi posisi Juan Cuadrado mulai menit ke-62.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

@d_degeaofficial belum lama ini telah menyepakati perpanjangan kontrak di Manchester United. . Berbagai opini bermunculan setelah Manchester United kembali ke jalur kemenangan setelah mengalahkan Leicester 1-0 di Old Trafford, Sabtu (14/9/2019). . Setuju? . #manchesterunited #degea #oldtrafford #gridnetwork

A post shared by BolaSport.com (@bolasportcom) on