Find Us On Social Media :

Kontemplasi Valentino Rossi, Keputusan Pergi dari Honda hingga Nyaris Pensiun 7 Tahun Lalu

Pembalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi, berpose menjelang tampil pada MotoGP Australia di Sirkuit Phillip Island, Kamis (24/10/2019).

SportFEAT.COM - Valentino Rossi berbicara banyak setelah menjalani balapan ke-400 sepanjang berkarier di ajang MotoGP.

Momen bersejarah itu dialami Valentino Rossi kala tampil di Sirkuit Phillip Island, Australia, pada Minggu (27/10/2019).

GP Australia 2019 yang digelar di Sirkuit Phillip Island itu merupakan balapan ke-400 bagi The Doctor.

Angka 400 itu dihitung sejak Valentino Rossi menjalani debut di kelas 125cc bersama Aprilia pada musim 1996.

Sayang, Valentino Rossi harus mengakhiri salah satu balapan yang menjadi milestone dalam kariernya itu dengan antiklimaks.

Memulai balapan dari posisi keempat, Rossi sukses melakukan start sempurna yang membuatnya sempat menduduki posisi terdepan.

Baca Juga: Valentino Rossi Bahagia Melihat Mantan Anak Didik Pecahkan 14 Tahun Kebuntuan Italia

Namun tren positif Valentino Rossi itu tak bertahan lama karena motor Yamaha tunggangannya mengalami penurunan performa.

Setelah melahap 27 putaran, Rossi pada akhirnya harus puas untuk menduduki peringkat kedelapan GP Australia 2019.

Pria 40 tahun ini pun harus memperpanjang masa puasa kemenangan yang sudah dijalani sejak terakhir kali menang di GP Belanda 2017 (25/6/2017).

Seusai menuntaskan balapan di Negeri Kanguru, Valentino Rossi bercerita terkait perjalanan karier panjangnya hingga mencapai balapan ke-400 di ajang MotoGP.

Dalam kontemplasinya itu, Rossi langsung teringat dengan kemenangan bersejarah yang diukir di Afrika Selatan pada 2004.

Seri pembuka MotoGP 2004 tersebut terasa begitu spesial bagi Valentino Rossi karena menjadi kemenangan perdananya bersama Yamaha.

Saat itu, Rossi membuat keputusan berani dengan meninggalkan Honda meski sebelumnya menjalani empat musim (2000-2003) indah lewat tiga gelar juara dunia di kelas utama.

"Kemenangan di Afrika Selatan 2004 adalah yang terindah," tutur Valentino Rossi dikutip SportFEAT.com dari wawancara panjangnya bersama La Gazzetta dello Sport.

"Saya meninggalkan Honda yang saat itu memiliki motor terbaik untuk pergi ke Yamaha yang sedan berada dalam masa sulit. Itu kepurusan gila," ujarnya melanjutkan.

Baca Juga: Valentino Rossi Ungkap 2 Sumber Masalah yang Bikin MotoGP Australia 2019 Berakhir Antiklimaks

Meski tak pernah menyesali keputusan tersebut, Rossi merasa bisa lebih mudah memecahkan rekor di MotoGP jika tetap bertahan di Honda.

"Terkadang saya bertanya-tanya berapa gelar yang bisa saya menangi jika tetap bertahan di Honda. Mungkin saya sudah melewati rekor Giacomo Agostini," ujar Rossi.

"Bersama Yamaha, peluang saya lebih kecil tetapi kemenangan yang saya raih terasa lebih indah," tuturnya melanjutkan.

Dalam wawancara yang sama, Valentino Rossi juga berbicara soal masa terburuk dalam kariernya kala memperkuat Ducati.

Bersama Ducati, musim 2011-2012, Rossi tampak mengalami kesulitan adaptasi yang dibuktikan dengan pencapaiannya yang anjlok.

Dari catatan SportFEAT.com, The Doctor tak mampu sekalipun meraih kemenangan bersama pabrikan asal Italia itu dan hanya tiga kali naik podium.

Bahkan pada musim perdananya bersama Ducati, Valentino Rossi mencatatkan musim dengan torehan poin paling sedikit selama berkarier di kelas utama MotoGP. 

Setelah menjalani dua musim penuh penderitaan bersama Ducati, Valentino Rossi mengaku sempat terpikir untuk pensiun.

Namun niatan itu urung terjadi setelah Rossi mendapat tawaran untuk kembali memperkuat tim pabrikan Yamaha

"Saya sempat mempertimbangkan untuk pensiun di usia 33 tahun jika mereka tak memberi kesempatan untuk mengendarai motor (Yamaha) M1 lagi," ujar Valentino Rossi bercerita.

Baca Juga: Jorge Lorenzo, Nasibmu Kini - Dukungan Marquez hingga Celetukan Menohok dari Miller

Setelah kembali ke Yamaha pada musim 2013, gairah membalap Valentino Rossi seakan mulai kembali.

Hal itu dibuktikan dengan pencapaian tiga kali finis sebagai runner up kejuaraan dunia MotoGP pada edisi 2014-2016.

Namun sejak saat itu, Valentino Rossi seperti kesulitan tampil apik bersama Yamaha dan kesulitan membendung dominasi Marc Marquez bersama Repsol Honda.

Meski begitu, Rossi belum menunjukkan tanda-tanda pensiun dalam waktu dekat karena masih terikat kontrak dengan tim Monster Energy Yamaha.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Inviting all young spirited talents who are passionate in Sales, Marketing and Event Management! . Are you dare enough to be a part of our DIGITAL ECOSYSTEM? . Send your CV to recruitment@gridnetwork.id . Come & Join our dynamic team! #Loker #LowonganKerja #GridNetwork

A post shared by BolaSport.com (@bolasportcom) on