Find Us On Social Media :

Marc Marquez dan Repsol Honda Masih Mungkin Dikalahkan, akan tetapi...

Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, berpose setelah memastikan triple crown setelah balapan MotoGP Valencia di Sirkuit Ricardo Tormo, Spanyol, Minggu (17/11/2019).

SportFEAT.COM - Legenda hidup MotoGP, Giacomo Agostini, menilai bahwa Marc Marquez dan Repsol Honda masih bisa dikalahkan, kendati sulit.

Sejak musim 2013, kombinasi antara Marc Marquez dan Repsol Honda seakan menguasai jagad MotoGP.

Secara menakjubkan, Marquez merengkuh 6 trofi juara dunia dari 7 kesempatan, dengan hanya sekali "terpeleset" pada musim 2015.

Dominasi Marquez semakin menjadi-jadi saat MotoGP 2019 kemarin. Seorang diri, The Baby Alien sukses membantu Repsol Honda meraih triple crown.

Tim berlogo sayap tunggal tersebut menyapu bersih tiga gelar juara dunia (pembalap, konstruktor, dan tim) dalam satu musim kompetisi sekaligus.

Performa apik yang ditunjukkan Marquez dan Repsol Honda tak ayal membuat frustrasi para pembalap dan tim pesaing.

Mereka dipaksa berpikir keras untuk menemukan cara menaklukkan Marquez dan mengakhiri hegemoni The Baby Alien.

Salah satu tim yang gencar melakukan inovasi untuk mengimbangi Repsol Honda ialah Ducati.

Baca Juga: Mengintip Wejangan Legenda Hidup MotoGP Giacomo Agostini untuk Alex Marquez

Tim pabrikan asal Italia ini bahkan disebut-sebut sudah meracik strategi revolusioner untuk menumbangkan Honda.

Namun, dilansir SportFEAT.com dari Marca, legenda hidup MotoGP, Giacomo Agostini, membantah hal tersebut.

"Omong kosong. Tentu saja mereka bekerja keras untuk menang. Tapi bukankah Honda dan Yamaha juga melakukan hal yang sama?" ujar Agostini.

"Bahkan Suzuki pun melakukan hal yang sama. Anda harus memohon izin kepada Marquez untuk bisa memenangi kompetisi," tuturnya sembari bercanda.

Pria yang biasa dipanggil Ago tersebut lantas menerangkan alasan mengapa Honda hampir mustahil untuk dikalahkan.

"Hampir mustahil untuk bisa mengembangkan motor yang lebih cepat dan lebih canggih dibandingkan Honda," tutur Agostini memuji tim berlogo sayap tunggal tersebut.

"Honda adalah tim terbesar di dunia, dan mereka kini juga memiliki pembalap terhebat," ujarnya menambahkan.

Baca Juga: Legenda MotoGP Soal Bergabungnya Alex Marquez ke Repsol Honda: Ini Sangat Rumit!

Jika Repsol Honda hampir mustahil dikalahkan, bagaimana halnya dengan Marc Marquez?

Pengoleksi 8 gelar juara dunia tersebut sebelumnya telah menyebut bahwa Fabio Quartararo akan menjadi pesaingnya pada MotoGP 2020 mendatang.

Namun, lagi-lagi Agostini tidak sependapat dengan gagasan tersebut.

"Quartararo adalah seorang pembalap yang akan memenangi sesuatu di masa depan. Namun, saya rasa juara dunianya saat ini tetap Marc," paparnya.

"Memang, Marc telah mengatakannya (Quartararo akan menjadi rival masa depan Marquez). Menurut saya, dia masih dapat memenangi beberapa balapan, tapi bukan gelar juara dunia."

"Lagi-lagi, Fabio harus meminta izin kepada Marc terlebih dahulu," seloroh Agostini.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dominasi Marc Marquez dan Repsol Honda belum akan berakhir pada musim depan, setidaknya menurut Agostini.

Namun, semuanya masih mungkin terjadi, mengingat masih ada cukup banyak waktu untuk merampungkan persiapan menyongsong MotoGP 2020.

Adapun seri balapan perdana baru akan digelar di Sirkuit Losail, Qatar, pada awal Maret mendatang.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Shin Tae-yong akan menjalankan proyek jangka panjang bersama PSSI selama empat tahun melatih Timnas Senior, Timnas U-20, dan Timnas U-23. . Pembenahan fisik para pemain pun akan menjadi perhatian utama pelatih berusia 50 tahun itu. . Hwan-yeonghabnida Shin. . #pssi #timnasday #timnasindonesia #gridnetwork

A post shared by BolaSport.com (@bolasportcom) on