Find Us On Social Media :

Merekrut Alex Marquez untuk MotoGP 2020, Blunder Fatal Repsol Honda?

Alex Marquez (kiri) dan Marc Marquez (kanan)

SportFEAT.COM - Legenda MotoGP, Wayne Rainey, menilai keputusan Repsol Honda untuk meminang Alex Marquez akan menghadirkan kesulitan tersendiri.

Dua kabar sensasional datang dari tim Repsol Honda menjelang berakhirnya MotoGP 2019 kemarin.

Kabar mengejutkan yang pertama datang dari sosok Jorge Lorenzo, yang memutuskan untuk pensiun selepas akhir musim.

Pengoleksi lima gelar juara dunia tersebut merasa tidak lagi mampu tampil kompetitif di kelas para raja setelah tak kunjung menjinakkan motor Honda RC213V.

Tak hanya itu, rentetan cedera yang mendera Lorenzo sepanjang musim kemarin juga turut berdampak pada kebugaran fisik sang pembalap yang sudah menginjak usia 32 tahun.

Kehilangan Lorenzo, Repsol Honda bergerak cepat untuk segera mengamankan penggantinya.

Pilihan jatuh pada adik kandung juara dunia MotoGP 2019, Marc Marquez, Alex, yang baru saja menjuarai Moto2 2019. Inilah kabar sensasional yang kedua.

Pasalnya, sepanjang sejarah berlangsungnya MotoGP, belum pernah ada dua orang kakak beradik yang membela satu tim yang sama.

Baca Juga: Tak Tanggung-tanggung, Alex Marquez Langsung Memasang Target Ini di Musim Perdananya

Banyak pihak menganggap Repsol Honda telah membuat keputusan yang brilian dengan menyandingkan Marc dan Alex Marquez dalam satu tim.

Bagaimana tidak? Pada MotoGP 2020 mendatang tim berlogo sayap tunggal tersebut akan diperkuat oleh dua orang juara dunia!

Namun, tak sedikit juga yang pesimistis dengan langkah yang dibuat Repsol Honda. Salah satunya adalah legenda hidup MotoGP, Wayne Rainey.

Pria yang pernah menjuarai kelas utama sebanyak tiga musim berturut-turut (1990, 1991, 1992) ini justru menilai keputusan Repsol Honda tersebut merupakan blunder fatal.

"Jika salah satu di antara mereka berdua terluka, yang lainnya akan terpengaruh," ucap Rainey seperti dikutip SportFEAT.com dari Tuttomotoriweb.com.

"Seluruh keluarga akan ikut campur. Bahkan seluruh tim akan terasa seperti sebuah keluarga. Padahal, Repsol Honda mungkin adalah tim terbaik di dunia."

"Tentu, itu akan menjadi hal yang menarik. Tapi saya lebih memilih untuk melihat pembalap lain di Honda," imbuhnya.

Baca Juga: Marc Marquez dan Repsol Honda Masih Mungkin Dikalahkan, akan tetapi...

Lantas, jika bukan Alex, siapakah pembalap yang layak mendampingi Marc Marquez di tim utama?

"Menurut saya, (Fabio) Quartararo tidak akan menjadi pilihan yang buruk," tutur Rainey.

"Saya juga akan berpikir untuk memboyong (Maverick) Vinales juga," pungkasnya.

Harus diakui bahwa tidak mudah untuk menghadirkan rekan satu tim yang sepadan untuk Marc Marquez.

Pembalap berjuluk The Baby Alien ini baru saja menjalani musim yang sempurna dengan menorehkan 18 podium dari 19 balapan, dengan 12 di antaranya berakhir dengan kemenangan.

Lorenzo, yang menjadi tandem Marc sepanjang MotoGP 2019, hanya mampu membukukan 28 poin dan terperosok ke peringkat 19.

Baca Juga: Mengintip Wejangan Legenda Hidup MotoGP Giacomo Agostini untuk Alex Marquez

Partner Marc yang sebelumnya, Dani Pedrosa, bernasib sedikit lebih baik.

Sejak mendampingi Marc pada musim debutnya (MotoGP 2013), Pedrosa meraih 9 kemenangan dan 41 podium.

Lantas, apakah Alex akan mengikuti jejak Lorenzo atau Pedrosa? Jawabannya dapat kita temukan pada kompetisi MotoGP 2020 yang mulai bergulir pada bulan Maret mendatang.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Shin Tae-yong akan menjalankan proyek jangka panjang bersama PSSI selama empat tahun melatih Timnas Senior, Timnas U-20, dan Timnas U-23. . Pembenahan fisik para pemain pun akan menjadi perhatian utama pelatih berusia 50 tahun itu. . Hwan-yeonghabnida Shin. . #pssi #timnasday #timnasindonesia #gridnetwork

A post shared by BolaSport.com (@bolasportcom) on