Find Us On Social Media :

Dampak Virus Korona di China, Kualifikasi Tinju Olimpiade Digeser ke Yordania

Seorang perempuan melintas di depan pasar ikan di Kota Wuhan, China, yang ditutup terkait dugaan sebagai lokasi awal merebaknya virus misterius di negara itu, Minggu (12/1/2020). Virus misterius mirip pneumonia telah menjangkiti puluhan orang dan menelan korban jiwa kedua di China, menurut pemerinta

SportFEAT.COM - Komite Olimpiade Internasional mengumumkan pemindahan lokasi digelarnya kualifikasi zona Asia untuk cabor tinju ke Yordania untuk mengantisipasi penyebaran virus korona.

Peristiwa mewabahnya virus korona di China telah menyita perhatian dunia pada akhir-akhir ini.

Tercatat, tiga kota di Negeri Tirai Bambu telah ditutup untuk mencegah penyebaran virus dengan kode 2019-nCoV tersebut.

Menurut data yang didapat SportFEAT.com dari Kompas.com, hingga hari Jumat (24/1/2020) kemarin, 25 orang telah tewas karena serangan virus mematikan tersebut.

Tak hanya itu, sebanyak 800 kasus pun telah dilaporkan menjangkiti warga China.

Menanggapi situasi tersebut, gugus tugas tinju Komite Olimpiade Internasional (IOC) bergerak cepat.

Babak kualifikasi cabang tinju Olimpiade 2020, yang sedianya dilangsungkan di China, dibatalkan karena wabah virus korona.

Sebagai solusinya, mereka memindah lokasi kualifikasi ke Amman, Yordania, pada tanggal 3-11 Maret 2020.

Baca Juga: Pemkot Solo Tunjukkan Respons Positif atas Penunjukan Stadion Manahan sebagai Venue Piala Dunia U-20

"Even tersebut, yang semua direncanakan diadakan di Wuhan, China, mulai 3-14 Februari, dijadwal ulang," ucap pernyataan resmi IOC, dilansir SportFEAT.com dari Antara.

"Ini merupakan keputusan bersama gugus tugas tinju dan Komite Olimpiade China untuk membatalkan pertandingan karena perkembangan kasus wabah coronavirus yang dilaporkan di kota itu."

"Setelah meninjau semua alternatif dengan hati-hati, gugus tugas tinju IOC menyetujui proposal Komite Olahraga Yordania, untuk mengonfrmasi tanggal dan lokasi kompetisi sesegera mungkin, demi kepentingan terbaik para atlet," imbuh IOC.