Find Us On Social Media :

Ada Kekhawatiran dari COO Bhayangkara FC Soal Regulasi Baru Liga 1 2020

COO Bhayangkara FC, Sumardji di Stadion PTIK, Jakarta, Rabu (5/2/2020).

SportFEAT.COM - COO Bhayangkara, Sumardji, mengaku khawatir dengan adanya regulasi baru soal kebijakan pemain U-23 pada kompetisi Liga 1 2020.

PSSI mencanangkan sebuah regulasi baru terkait kompetisi Liga 1 2020.

PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) berencana untuk menghapus peraturan tentang adanya tujuh pemain U-23 di setiap klub.

Apabila aturan tersebut diterapkan, maka setiap klub bisa cukup bebas mendaftarkan pemain dari berbagai kelompok umur selama Liga 1 2020 bergulir.

Melihat adanya wacana soal regulasi tersebut, Chief Operation Officer (COO) Bhayangkara, Sumardji, mengaku sedikit khawatir.

Kekhawatiran Sumardji tidak jauh dari permasalahan regenerasi pemain.

Baca Juga: Timnas U-16 Indonesia Bakal Jajal Ketangguhan Timnas Thailand di Salah Satu Venue Piala Dunia U-20 2021

Menurut Sumardji, andai pertauran tersebut benar-benar diterapan, maka kesempatan pemain muda untuk bermain di Liga 1 2020 akan berkurang.

"Kita harus mengakomodir kepentingan regenerasi," tutur Sumardji, dikutip SportFEAT.com dari Tribun Jakarta.

"Saya khawatir kalau yang muda tidak diberi kesempatan, (nanti) jadi masalah," lanjutnya.

Selain soal kesempatan bermain di Liga 1, Sumardji juga mengkhawatirkan jika regulasi tersebut akan turut berimbas pada penampilan timnas Indonesia.

Baca Juga: Nova Widianto Berharap 'Penyakit Lama' Praveen/Melati Bisa Segera Hilang

"Karena yang jadi masalah ketika nanti yang muda tidak diberikan jam terbang, akan berpengaruh ke performa dan ke timnas," ucap Sumardji.

"Saya merasakan betapa susahnya kalau pemain di klub tidak diberikan jam main yang cukup," imbuhnya.

Sumardji pun menyoroti regulasi Liga 1 2017 lalu, di mana setiap tim wajib memainkan tiga pemain U-23 selama 45 menit di lapangan.

Menurutnya, aturan tersebut dirasa lebih efektif mempromosikan para pemain muda di Indonesia.

"Saya usul, pemain U-23 dikasih jam main seperti awal Liga 1 dulu. Sehingga, kewajiban tim dan pelatih memainkan mereka tetap ada," tandasnya.

(*)

Baca Juga: 'Ditolak' Filipina, Tim China Ikuti Jejak Hong Kong Batal Tampil di Kejuaraan Asia Beregu 2020

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Hampir dua kali bayaran Cristiano Ronaldo, Lionel Messi menjadi pemain dengan penghasilan tertinggi di dunia #lionelmessi #cristianoronaldo #neymar #antoinegriezmann #luizsuarez #bolasport #bolastylo #sportfeat #gridnetwork

A post shared by BolaSport.com (@bolasportcom) on