Find Us On Social Media :

Sama-sama Pernah Jadi Rookie Terbaik, Inilah Tiga Calon Perusak Dominasi Marc Marquez

Rider Repsol Honda, Marc Marquez, berduel dengan pembalap Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales, pada MotoGP Australia di Sirkuit Phillip Island, 27 Oktober 2019.

SportFEAT.COM - Terdapat tiga pembalap yang sama-sama pernah meraih titel rookie terbaik kini berpeluang merusak dominasi Marc Marquez yang sudah berlangsung selama empat musim terakhir.

Dalam lima musim terakhir, dominasi Marc Marquez memang begitu kentara.

Sejak musim MotoGP 2016 sampai yang terakhir MotoGP 2019 lalu, Marc Marquez sukses meraih gelar juara dunia.

Artinya, sudah empat gelar juara dunia beruntun yang berhasil Marc Marquez raih.

Total, pembalap berjulukan The Baby Allien itu sudah mengoleksi raihan titel Juara Dunia MotoGP sebanyak enam kali di kelas utama.

Baca Juga: Kualitas Kevin Sanjaya Bikin Tunggal Putra Nomor Satu Denmark Ini Kesengsem

Berbicara soal dominasi Marc Marquez, tentu salah satu pertanyaan besar abad ini adalah tentang siapa pembalap yang mampu menahan laju Marquez.

Meski tanda-tanda goyahnya dominasi Marquez belum terlihat, setidaknya ada tiga pembalap yang berpeluang untuk melakukannya.

Tim redaksi SportFEAT.com telah merangkumkan tiga pembalap MotoGP yang dulu sama-sama pernah meraih titel Rookie of The Year dan kini berpeluang mampu menaklukkan Marquez.

1. Franco Morbidelli

Franco Morbidelli berhasil naik kelas utama pada musim MotoGP 2018 berkat penampilan fantastisnya di kelas Moto2 2017.

Pembalap Italia itu berhasil menjadi Juara Dunia Moto2 2017.

Di musim debutnya pada MotoGP 2018, Morbidelli masih memperkuat tim Marc VDS Honda, tim yang mengantarkannya meraih Juara Dunia Moto2 2017.

Meski karier di musim debutnya tidak terlalu manis, Morbidelli berhasil mencatatkan hasil terbaiknya pada GP Spanyol 2018 dengan finis di urutan kesembilan.

Raihannya kala itu membuatnya berhasil mengantongi penghargaan Rookie of the Year 2018.

Kini Morbidelli memperkuat time satelit Petronas Yamaha SRT. Meski belum berhasil meraih gelar juara, Morbidelli menunjukkan progres apik dari musim 2018 sebelumnya.

Baca Juga: Minder dengan Yamaha Sempat Bikin Maverick Vinales Nyaris Membelot ke DucatiPada MotoGP 2019 lalu, Morbidelli cukup konsisten finis di urutan 10 besar dunia.Diantaranya lima kali finis di urutan kelima dan tiga kali finis di urutan keenam.

2. Maverick Vinales

Maverick Vinales menjalani debutnya di kelas utama pada MotoGP 2015 di bawah naungan tim Suzuki Ecstar dan menjadi rekan satu tim Aleix Espargaro.

 

MotoGP 2015 juga menjadi menjadi musim 'debut' Suzuki Ecstar setelah sebelumnya tim pabrikan asal Jepang itu hiatus dari MotoGP selama empat tahun.

Dari 18 seri balap yang bergulir, Vinales terpaksa hanya menuntaskan 16 seri balapan lantaran mengalami crash dan memutuskan retired pada GP Republik Ceska dan GP Jepang.

Namun demikian, prestasi Vinales dalam menjalani musim debutnya di kelas MotoGP terbilang cukup manis, khususnya bagi tim Suzuki Ecstar.

Pembalap yang kini berusia 24 tahun itu pernah mencatatkan hasil terbaiknya pada MotoGP Catalunya dengan finis di urutan keenam.

Dia pun berhasil finis di urutan ke-12 dalam klasemen akhir pembalap MotoGP 2015 dan hanya berada satu setrip di bawah Espargaro yang ada di urutan ke-11.

Kini, nama Vinales menjadi salah satu pesaing terdekat Marquez.

Pada MotoGP 2019 lalu, Vinales yang memperkuat Monster Energy Yamaha sukses meraih urutan ketiga dalam klasemen pembalap.

3. Fabio Quartararo (2019)

Fabio Quartararo tampaknya memang pantas menjadi pembalap terbaik dari lima peraih Rookie of the Year dalam lima musim terakhir.

Berbeda dengan empat pembalap Rookie of the Year lainnya, Quartararo justru berangkat dari kelas Moto2 dengan bekal tidak begitu apik.

Quartararo juga bukan sosok pembalap yang menjadi Juara Dunia Moto2 2018.

Namun, keberanian Petronas Yamaha SRT menggaet Quartararo terbayar lunas.

Pembalap berjuluk El Diablo itu justru sukses menjadi pembalap yang paling mengancam dominasi Marc Marquez.

Bahkan, Quartararo juga berhasil unggul jauh dari rekan satu timnya, Franco Morbidelli, selama musim 2019 bergulir.

Fabio Quartararo sukses tujuh kali naik podium dan meraih enam pole positiion.

Kendati masih belum berhasil mengoleksi gelar juara, kecepatan dan kemampuan Quaratararo dalam menguasai YZR-M1, membuatnya menjadi pembalap rookie yang paling disegani.

Baca Juga: Fabio Quartararo Dianggap Jadi Pembalap yang Menyulitkan Semua Rivalnya dalam 10 Tahun ke Depan

Quartararo mampu bertengger di urutan keenam klasemen akhir MotoGP 2019 dengan mengantongi 192 poin.

(*)