Find Us On Social Media :

The Godfather Kompas Gramedia Tutup Usia, Ini Jasanya untuk Sepak Bola Indonesia

Pendiri sekaligus pemimpin Kompas Gramedia, Jakob Oetama, meninggal dunia pada usia 88 tahun.

SportFEAT.COM - Pendiri Kompas Gramedia Jakob Oetama, meninggal dunia. Mantan Menpora sebut turut berkontribusi untuk sepak bola Indonesia.

Kabar duka menyelimuti insan media Indonesia setelah pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama, meninggal dunia.

Jakob Oetama wafat di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Jakarta, Rabu (9/9/2020) pukul 13.05 WIB.

Jakoe Oetama meninggal pada usia 88 tahun karena mengalami gangguan multiorgan.

Usia sepuh kemudian memperparah kondisi Jako hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir.

Baca Juga: Tak Cetak Gol di Laga Uji Coba, Bomber Impor Persib Bandung Ini Masa Bodoh

"Bapak akan disemayamkan di kantor, di gedung Kompas Gramedia, Jalan Palmerah Selatan," ujar Direktur Corporate Communicatioan Kompas Gramedia Rusdi Amral.

"Diberikan kesempatan untuk penghormatan terakhir untuk Bapak," tambah dia, dikutip SportFEAT.com dari Kompas.com.

Rencananya, jenazah dimakamkan Kamis (10/9/2020) besok di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

"Karena Bapak juga pemegang penghargaan Bintang Mahaputra, akan dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, besok siang," ujar Rusdi Amral.

Jakob Oetama lahir di Borobudur, Magelang, 27 September 1931.

Ia mengawali kariernya pertama kali menjadi seorang guru.

Namun, dia kemudian memilih jalan sebagai wartawan hingga kemudian mendirikan jaringan media terbesar, Kompas Gramedia, bersama rekannya, PK Ojong.

Di bawah kepemimpinannya, Kompas Gramedia berkembang pesat dan disebut sebagai pemilik jaringan media terbesar di Indonesia.

Baca Juga: Tanda-tanda Kehadiran Elkan Baggot di TC Timnas U-19 Indonesia Belum Muncul, Begini Jawaban ketum PSSI

Di antara produk Kompas Gramedia yang dibesarkan Jakob Oetama, ada satu program yang dinilai sangat berkontribusi untuk sepak bola Indonesia.

Hal yang dimaksud adalah Liga Kompas Gramedia, sebuah kompetisi untuk usia 14 tahun yang digelar setiap tahun.

Dilansir dari Bolanas dari BolaSport.com, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sempat mengapresiasi penyelenggaraan Liga Kompas Gramedia.

Menurut Imam Nahrawi, Liga Kompas Gramedia telah memberikan kontribusi besar terhadap proses pembibitan sepak bola nasional.

Liga Kompas Gramedia juga rutin mengirimkan wakil untuk Indonesia di turnamen Gothia Cup di Swedia, yang disebut sebagai Piala Dunia anak-anak.

Selamat Jalan, Pak Jakob Oetama.

Baca Juga: Jelang Liga 1 2020 Lini Depan Persebaya Terancam Alami Krisis, Aji Santoso Sudah 'Rayu' David da Silva

(*)