Find Us On Social Media :

Aroma Sengit Persaingan Joan Mir dan Alex Rins Justru Jadi Kunci Suksesnya Suzuki Ecstar di MotoGP 2020

Aksi dua pembalap Suzuki Ecstar, Joan Mir (36) dan Alex Rins (42) pada balapan MotoGP Eropa di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol, 8 November 2020.

SportFEAT.COM - Persaingan sengit antara Joan Mir dengan Alex Rins justru menjadi kunci kesuksesan Suzuki Ecstar sepanjang MotoGP 2020.

Hal itu diungkap oleh Joan Mir sendiri.

Joan Mir sejatinya merupakan 'anak baru' di Suzuki Ecstar.

Pembalap 23 tahun itu baru saja debut di kelas utama pada musim lalu setelah sebelumnya membalap di kelas Moto2.

Adapun Alex Rins bisa dikatakan lebih senior. Rins sudah lebih lama bergabung bersama tim pabrikan Hamamatsu, Jepang itu sejak 2017 silam.

Baca Juga: Joan Mir Dinilai Tampil Lebih Cerdas dari Para Pembalap Lain di MotoGP 2020

Aroma persaingan sengit antara keduanya pun sebenarnya sudah terciup sejak kehadiran Mir di garasi Suzuki.

Mir bahkan menyebut bahwa sejak ia bergabung dengan Suzuki, mindset-nya adalah ingin selalu berada di depan Alex Rins.

Pun demikian bagi Rins yang juga selalu ingin mengalahkan Mir.

"Sudah pasti, dia (Alex Rins) jadi rival pertama saya sejak musim lalu. Tahun lalu dan tahun ini pun saya selalu ingin berada lebih baik di depan dia," kata Joan Mir dikutip SportFEAT dari Autosport.

"Begitu juga sebaliknya, Rins juga selalu ingin mengalahkan saya," kata Mir lagi.

Kendati aroma persaingat begitu sengit, menurut Mir justru hal itulah yang kini menjadikan Suzuki Ecstar menjelma jadi tim kuat.

Baca Juga: Cedera Tak Kunjung Sembuh, Marc Marquez Mulai Berburu Tim Dokter Baru

Apalagi, manajemen yang solid dan sikap saling respek tetap dijaga antar pembalap.

Persaingan hanya berlaku saat keduanya berduel balapan di lintasan. Setelah melintasi garis finis, semua tetapi kembali pada posisinya sebagi rekan setim.

"Alex Rins selalu menjadi rekan setim yang snagat baik. Di trek, setelah balapan, dia sungguh sangat menaruh respek pada saya dan Suzuki," kata Joan Mir.

Baca Juga: Alasan Honda Team Asia Pindahkan Andi Gilang dari Moto2 ke Kelas Moto3

"Ini menjadi bagian dari kesuksesan yang membuat Suzuki hampir selalu ada di podium setiap seri balapan,"

"Karena begitu Anda punya rekan setim yang saling bersaing, maka Anda akan selalu berusaha melewati batas Anda," ucapnya lagi.

Joan Mir menjadi pembalap Suzuki pertama yang kembali jadi juara dunia setelah dua dekade berselang.

Terakhir kali Suzuki punya juara dunia di kelas premier adalah pada musim 2000 melalui Kenny Roberts Jr asal Amerika Serikat.

Sementara Alex Rins yang awal musim ini sempat dibekap cedera, perlahan juga mampu menunjukkan grafik meningkat dan kini sudah bertengger di peringkat ketiga klasemen pembalap.

Alex Rins berpeluang melengkapi kesuksesan Suzuki jika mampu menjadi runner-up kejuaraan dunia musim ini, mengingat masih ada satu seri lagi yang akan bergulir, yakni MotoGP Portugal 2020.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh BolaSport.com (@bolasportcom)