Find Us On Social Media :

UFC 257 - Conor McGregor Vs Dustin Poirier, Duel Penuh Pertumpahan Darah

Ketika Conor McGregor (kiri) dan Dustin Poirier (kanan) saling bertarung pada ajang UFC 178, September 2014.

SportFEAT.COM - Duel Conor McGregor vs Dustin Poirier di UFC 257 diharapkan bakal diwarnai pertumpahan darah.

Conor McGregor dan Dustin Poirier akan saling bertarung di ajang UFC 257, 23 Januari 2021.

Pertarungan tersebut rencananya digelar di Fight Island, Pulau Yas, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Duel antara Conor McGregor vs Dustin Poirier itu sejatinya menjadi pertemuan kedua mereka.

Baca Juga: Ada Satu Sosok yang Menolak Khabib Nurmagomedov Duel Ulang Melawan Conor McGregor

Dua petarung UFC kelas ringan itu sebelumnya sudah pernah saling berhadapan pada 2014 silam, dengan kemenangan  utnuk McGregor.

Tidak heran, jika di UFC 257 mendatang, Dustin Poirier terilhat lebih antusias karena memendam misi revans.

Petarung beralias The Diamond itupun sudah merencanakan beberapa strategi untuk membalaskan kekalahannya.

Namun,yang paling utama, Poirier berharap laga tersebut bisa berjalan menarik dan diwarnai pertumpahan darah.

"Jika Anda berbicara tentang strategi, yang saya inginkan adalah kami berdua mengucurkan darah, terluka dan menderita sejak awla pertarungan," ucap Dustin Poirier dikutip SportFEAT dari MMA Mania.

Keinginan Poirier agar duel tersebut berlangsung dengan sengit semata-mata ingin melihat siapa yang kini lebih unggul.

Baca Juga: Piala Asia U-19 dan U-16 Dibatalkan AFC, Begini Rencana Anyar PSSI untuk Timnas Indonesia

Poirier bahkan terus mendambakan bahwa ia dan McGregor bisa sama-sama bercucuran darah demi berjuang memperebutkan kemenangan.

"Dengan begitu kita bisab tahu siapa petarung sebenarnya," ujar Poirier.

"Itu yang saya mau. Saya ingin ada pertumpahan darah, abhkan sejak satu menit dari ronder pertama dimulai," tukasnya.

Baca Juga: Conor McGregor Siapkan Pesta Kemenangan Bekuk Dustin Poirier di UFC 257

Dustin Poirier saat ini mengantongi rekor 26 kali kemenangan. Meski mengemban misi revans, ia harus menyadari bahwa pertemuan mereka kini ada di kelas ringan.

Sedangkan dulu, di pertemuan pada 2014, mereka bertarung di kelas bulu.

"Yang pasti saya ingin kami berdua mengalami pendarahan dan benar-benar harus bertarung sengit untuk mengetahui siapa yang terbaik," kata Poirier.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh BolaSport.com (@bolasportcom)