Find Us On Social Media :

Praveen Jordan Dianggap Overweight, Nova Widianto: Enggak Masalah, Dia Istimewa

Ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, saat menjalani laga perempat final Indonesia Masters 2020.

SportFEAT.com - Praveen Jordan dianggap sebagai salah satu pemain yang mengalami overweight, Nova Widianto selaku pelatih ganda campuran Indonesia menanggapinya cukup santai.

Penampilan fisik Praveen Jordan selama mengikuti 3 turnamen di Thailand pada Januari 2021 lalu ikut disorot.

Salah satu yang membuat perbedaan cukup besar adalah penampilannya yang lebih gempal.

Tubuh Praveen Jordan dianggap banyak penggemar bulu tangkis Tanah Air lebih berisi ketimbang penampilannya sebelum jeda turnamen.

Baca Juga: Pebulu Tangkis Indonesia Alami Overweight, PBSI Angkat BIcara

Perlu diketahui, selama pandemi Covid-19, BWF meliburkan seluruh turnamen internasional hampir 10 bulan lamanya.

Aksi Praveen Jordan yang berpasangan dengan Melati Daeva Oktavianti terakhir kali terlihat di All England 2020 lalu saat mereka sukses jadi juara.

Pelatih ganda campuran, Nova Widianto, menanggapi persoalan berat badan yang terjadi pada Praveen Jordan.

Juara Dunia 2007 bersama Liliyana Natsir itu mengakui bahwa overweight yang dialami Praveen memang agak memengaruhi permainan dia di lapangan.

Akan tetapi, Nova tidak serta-merta menganggap hal itu jadi biang keladi penurunan performa Praveen.

Menurut Nova, Praveen adalah pemain yang istimewa dengan bakat luar biasa.

Sekalipun dengan kondisi overweight, Praveen dianggap masih mampu bermain apik dan mengeluarkan pukulan-pukulan ajaibnya, jika ia mampu menjaga mood dan fokusnya.

Baca Juga: Alasan Anthony Ginting dan 2 Wakil Indonesia Ditarik Mundur dari Swiss Open 2021

"Ya pasti ada lah (pengaruh overweight ke permainan, red)," tutur Nova Widianto dilansir Sportfeat.com dari Badminton Indonesia.

"Tapi kalau saya menilai, Jordan itu kan istimewa. Ya jadi dengan keadaan begitu pun selama mood dan pikirannya fokus untuk menang, itu tidak terlalu menjadi masalah," imbuh Nova.

Performa Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti pada 3 turnamen di Thailand bulan lalu memang tidak bisa dibilang maksimal.

Meski mereka sempat melesat ke final di salah satu turnamen itu (Yonex Thailand Open), permainan mereka secara keseluruhan masih mengkhawatirkan.

Nova menilai bahwa Praveen adalah sosok pemain yang gampang kepikiran dengan keadaan di sekitarnya.

Hal inilah yang masih jadi Pekerjaan Rumah (PR) baginya untuk terus mengarahkan pemain kelahiran Bontang itu agar mampu lebih 'cuek' dan konsisten.

"Itu sudah beberapa kali kami ingatkan untuk tidak kalah dengan keadaan, keadaan kan banyak, masalah banyak," kata Nova.

"Misalnya mood-nya dia, pasangannya sedang tidak bagus, permainannya sedang tidak bagus, dia selalu kepikiran itu."

"Sebenarnya kalau dia bisa cuek pasti bisa konsisten. Sekarang kan belum, dia masih bisa menang dari siapa saja dan bisa kalah dari siapa saja. Makanya, harus berani melawan semua itu dan kuncinya dari dia sendiri," ujar Nova lagi.

Baca Juga: Lee Chong Wei Ikut Kaget Bulu Tangkis Malaysia Berani Depak Pemain Senior di Waktu Krusial

Praveen/Melati sendiri ditarik mundur dari Swiss Open 2021. Selain lebih difokuskan untuk memperbaiki beberapa kekurangan dan berlatih lebih intesif, Praveen dikabarkan tengah cedera.

Pemain 27 tahun itu mengalami robek di bagian bahu dan harus menjalani pemulihan beberapa waktu.

"Kemarin Jordan sudah MRI dan hasilnya memang ada peradangan dan robekan di area rotator cuff-nya," ujar Nova.

"Tadinya sudah mulai latihan hari ini tapi melihat hasil ini kami putuskan untuk istirahatkan dia. Nanti kalau sudah membaik kita mulai lagi pelan-pelan," kata peraih medali perak Olimpiade Beijing 2008 ini.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh BolaSport.com (@bolasportcom)