Find Us On Social Media :

Bukan Gegara Penyakit, Diego Maradona Meninggal karena Dibunuh

Diego Maradona berpose dengan dokter pribadinya, Leopoldo Luque, usai menjalani operasi hematoma subdural.

SportFEAT.COM - Kematian legenda sepak bola Argentina, Diego Maradona ternyata masih menyisakan misteri.

Diego Maradona diketahui telah meninggal dunia pada November tahun lalu.

Legenda sepak bola Argentina itu menghembuskan napas terakhirnya pada usia 60 tahun di kampung halamannya.

Maradona dikabarkan meninggal dunia karena komplikasi penyakit yang dialaminya.

Baca Juga: Impian Steven Gerrard Tukangi Liverpool Terganjal Restu Pendukung The Reds, Kok Bisa?

Sepanjang hidup, Maradona memang kerap berurusan dengan masalah kesehatan.

Hal itu tak terlepas dari aktivitas buruk yang dilakoni Maradona selama masih aktif sebagai pesepak bola.

Eks pemain Napoli itu diketahui kerap terlibat pemakaian barang haram seperti narkoba dan alkohol.

Meski demikian, banyak yang masih meragukan kematian sang maestro.

Para pendukung garis keras Maradona bahkan meyakini sang idola bukan meninggal karena penyakit.

Mereka justru menyebut Maradona meninggal dunia karena dibunuh akibat kelalaian medis.

Oleh karena itu, para pendukung Maradona melakukan aksi demontrasi untuk mengusut tuntas kasus kematian pemenang Piala Dunia 1986 itu.

Baca Juga: Jadi Presiden Barcelona Lagi, Ini 6 PR yang Wajib Digarap Joan Laporta

"Dia tidak mati, mereka (medis) membunuhnya!,” kata penyelenggara demonstrasi dalam materi yang dikirim ke media sosial.

“Keadilan untuk Diego. Pengadilan dan hukuman bagi yang bersalah," lanjutmya, seperti dikutip dari Malay Mail.

Pawai sendiri telah dilaksanakan kemarin (10/3/2021) pukul 18.00 waktu setempat di Monumen Obelisk yang berada di pusat kota Buenos Aires.

Di sisi lain, kematian Maradona juga sempat menjadi perbincangan terkait harta warisan eks timnas Argentina tersebut.

Enam belas orang dikabarkan terlibat konflik untuk memperebutkan harta warisan Maradona yang mencapai Rp 931 miliar.

Jumlah ini sudah dikurangi dengan sengketa pajak yang menimpa Maradona semasa hidupnya yang mencapai nilai 37 juta dolar AS pada otoritas di Italia.

Diketahui Maradona pernah menunggak pajak saat masih bermain untuk Napoli di tahun 1984 sampai 1991.

Dari 16 orang diketahui ada lima anak yang merupakan anak kandung dari Maradona, dan ada tujuh orang anak yang diyakini darihasil hubungannya dengan wanita lain.

Baca Juga: Presiden Anyar Barcelona Langsung Gerak Cepat, Mati-matian untuk Bikin Lionel Messi Bertahan

Sebab dalam hukum Argentina sendiri setiap anak harus mendapatkan seluruh harta warisannya secara merata.

"Anak-anak yang dekat dengan Maradona dan beberapa yang belum pernah dia temui akan mendapatkan klaim bagian yang sama dari kekayaannya," ujar pernyataan dari pengadilan hukum di Argentina dilansir SportFEAT.COM dari news.com.au.