Find Us On Social Media :

Sektor Tunggal Putra Indonesia Langsung Diminta Konsultasi Gizi di Pelatnas PBSI, Ada Apa?

Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie menyampaikan harapannya setelah mendapat vaksinasi Covid-19.

SportFEAT.com - Sektor tunggal putra Indonesia di pelatnas PBSi langsung segera dipanggil untuk memenuhi konsultasi dengan ahli gizi, ini salah satu bentuk terobosan baru di markas Cipayung.

Kepengurusan baru pelatnas PBSI agaknya benar-benar serius melakukan perubahan secara komprehensif dalam meningkatkan kualitas atlet.

Baru-baru ini, PBSI melakukan pemanggilan terhadap sektor tunggal putra Indonesia di pelatnas guna mengikuti konsultasi dengan ahli gizi mereka.

Sektor tunggal putra yang dipanggil adalah sektor pelatnas utama.

Baca Juga: MotoGP Portugal 2021 - Selalu Ada Rasa Syukur Valentino Rossi meski Makin Tercecer di FP2

Sektor tersebut terdiri dari pemain-pemain terbaik yakni Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, Shesar Hiren Rhustavito, Chico Aura Dwi Wardoyo.

Kemudian ada Ikhsan Leonardo Rumbay, Karono, Christian Adinata, serta Yonathan Ramlie.

Tahun ini, PBSI mendatangkan dokter spesialis gizi baru, dr. Vetinly dan dr. Paulina.

Kedua dokter tersebut mengampu apsek pemenuhan gizi para atlet penghuni pelatnas.

Dalam pemanggilan itu, Vetinly menjelaskan tujuan dari konsultasi gizi yang perlu dilakukan bagi setiap atlet.

Baca Juga: Terobosan Baru Pelatnas PBSI Menguak Kondisi Tak Terduga Ganda Putra Masa Depan Indonesia

Sebab, pemenuhan gizi atlet jelas berbeda dengan orang biasa.

"Tujuan dari pemanggilan dan ini sebenarnya untuk memberikan edukasi bagaimana makanan yang sesuai untuk atlet karena kebutuhan kalori mereka berbeda dengan orang biasa," kata dr. Vetinly dikutip dari siaran Pers PBSI.

Saat ini, Vetinly dan Paulina masih terus mengobservasi kebutuhan gizi para atlet pelatnas PBSI.

Baca Juga: Terbuang dari Pelatnas, Juara Indonesia Masters Pantang Menyerah demi Nafkahi Anak dan Istri

Mereka juga memahami ada beberapa atlet yang mungkin tidak bisa langsung menerima program konsultasi gizi ini.

Apalagi perubahan pola makan kemungkinan bisa berimbas pada kesehatan dan keseharian mereka.

"Saat ini kami masih terus melakukan evaluasi dan observasi secara menyeluruh. Ada yang kami ubah sedikit dari pola makan, misalnya ada beberapa atlet yang tidak bisa langsung makan sekaligus dalam jumlah besar," ucap Vetinly.

"Oleh sebab itu frekuensi makannya kami pecah agar kalorinya tetap terpenuhi tapi porsinya menjadi kecil-kecil," paparnya.

Dalam sesi konsultasi gizi tersebut, para atlet juga diminta memberikan masukan dan saran seberapa besar pengaruh menu dan komposisi makanan yang disediakan dalam program gizi kedua dokter tersebut kepada pemain saat berada di lapangan.

"Kami maunya atlet bisa mencukupi kebutuhan nutrisi tanpa merasa tertekan. Kami mau mereka tahu cara makan yang benar tapi menyenangkan," kata Vetinly.

"Kalau sudah tercukupi nanti latihannya bisa maksimal dan prestasi tambah baik," ucapnya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by BolaSport.com (@bolasportcom)