Find Us On Social Media :

Perjuangan Nargis Nabieva, Mantan Atlet Panahan yang Populerkan Bulu Tangkis di Tajikistan

Nargis Nabieva mantan atlet panahan yang populerkan bulu tangkis di Tajikistan.

SportFEAT.com – Perjuangan Nargis Nabieva, seorang mantan atlet panahan yang memopulerkan bulu tangkis di Tajikistan.

Tajikistan merupakan suatu negara pecahan Uni Soviet di kawasan Asia Tengah.

Tanah di Tajikistan sendiri sebagian besarnya dikelililingi oleh pegunungan, sehingga olahraga yang berbau gunung seperti sepeda gunung, panjat tebing, hiking  sangat digemari disini.

Selain itu, sepakbola dan judo menjadi olahraga yang paling diminati di Tajikistan.

Baca Juga: Termasuk Mantan Ratu Bulu Tangkis Dunia, Ada 5 Nama Besar yang Mundur dari India Open 2021

BWF (Asosiasi Bulu Tangkis Dunia) melalui serial Humans of Shuttle Time cerita ke-14 membahas perjuangan Nargis Nabieva seorang mantan atlet panahan yang memopulerkan bulu tangkis di Tajikistan.

Nargis Nabieva sebelumnya menjadi atlet panahan Tajikistan dan sempat bertanding di Olimpiade Athena 2004.

Kini Nargis Nabieva, menjadi Koordinator Nasional Shuttle Time Tajikistan dan menjadi pelopor pendiri Federasi Bulu Tangkis Tajikistan (BFT).

“Saya mengenal bulu tangkis pertama kali pada Maret 2010, ketika muncul ide untuk membentuk federasi bulu tangkis nasional di Tajikistan, dan untuk pertama kalinya saya melihat bulu tangkis di Youth Olympic Games di Singapura pada tahun 2010,” ucap Nargis dilansir SportFEAT.com dari BWF Badminton.

Nargis mengaku sudah jatuh cinta sejak pertama kali melihat olahraga tepok bulu ini.

Ia pun mulai membantu mengenalkan bulu tangkis di sekolah-sekolah Tajikistan pada 2010.

Baca Juga: Daftar Pemain Indonesia di Spain Masters 2021, Bertabur Pemain Pelapis

“Saya sangat menyukainya sehingga setelah kembali dari Singapura, sebagai anggota Federasi Bulu Tangkis Tajikistan, saya mulai mengembangkan olahraga di negara ini. Kami mulai membuat grup bulu tangkis di sekolah olahraga dan klub bulu tangkis di sekolah menengah.”

“Yang terpenting, saya ingat kebahagiaan anak-anak ketika kami memberi mereka pakaian olahraga dan perlengkapan bulu tangkis kegembiraan mereka tidak mengenal batas.”

“Saya mengagumi dedikasi para pelatih yang dapat mengajar anak-anak sepanjang hari tentang permainan yang luar biasa ini.”

Baca Juga: Sektor Tunggal Putra Indonesia Langsung Diminta Konsultasi Gizi di Pelatnas PBSI, Ada Apa?

 

Lima tahun berjuang, BFT dan Nargis akhirnya mampu membuat bulu tangkis populer di Tajikistan.

“Ketika Federasi dibentuk pada tahun 2010, kami mengadopsi strategi pembangunan di mana prioritas diberikan kepada kabupaten-kabupaten yang jauh, dan kemudian ke ibu kota dan pusat-pusat regional.”

“Menurut analisis kami, sebagian besar federasi olahraga memusatkan kegiatan mereka di ibu kota dan pusat-pusat daerah, sementara daerah-daerah yang jauh tidak mendapat perhatian ini.

"Pendekatan kami membuahkan hasil dan selama lima tahun pertama bulu tangkis menjadi salah satu olahraga paling populer di negara ini.”

Berkat perjuangan mantan atlet panahan ini, akhirnya Tajikistan mendapat pelatihan Shuttle Time dari BWF.

“Delegasi Badminton Asia pertama kali tiba di Tajikistan pada tahun 2015. Tahun itu, untuk pertama kalinya, pelatihan diselenggarakan di bawah program Shuttle Time.”

“Pelatihan ini sangat efektif dan menyenangkan sehingga lebih dari 100 pelatih dan guru olahraga ikut ambil bagian. Sejak itu, lebih dari 40 sesi telah diselenggarakan dalam kerangka Shuttle Time.”

Baca Juga: Dihujani Latihan Pagi dan Sore, Mohammad Ahsan Kewalahan Jalani Puasa di Bulan Ramadan Tahun Ini

“Shuttle Time memberi setiap orang kesempatan untuk belajar bulu tangkis dalam waktu singkat dan membantu menciptakan basis pembinaan yang baik untuk mengajar anak-anak,” pungkasnya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by BolaSport.com (@bolasportcom)