Find Us On Social Media :

Markis Kido Tiada, Sang Musuh Bebuyutan Beri Penghormatan hingga Trauma Main Bulu Tangkis

Markis Kido

SportFEAT.com – Mantan pebulu tangkis ganda putra Malaysia, Koo Kien Keat memberikan penghormatan dan tak melupakan kenangan bermain melawan Markis Kido.

Perasaan duka tak hanya dialami dunia bulu tangkis Indonesia tapi juga seluruh dunia atas meninggalnya mantan pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Markis Kido.

Salah satunya berasal dari negara tetangga yakni Malaysia yang turut merasa kehilangan sosok Markis Kido.

Hal tersebut dialami legenda ganda putra Malaysia, sekaligus sang musuh bebuyutan yakni Koo Kien Keat yang terkejut mendengar Kido telah tiada.

Baca Juga: Markis Kido, Pahlawan Bulu Tangkis Indonesia dengan Segudang Prestasi di Asia dan Dunia

Markis Kido meninggal saat sedang bermain bulu tangkis di GOR Petrolin, Alam Sutera, Tangerang pada Senin (14/6/2021).

Pemain yang sering disapa Uda Kido itu dikabarkan meninggal akibat serangan jantung.

"Saya masih kaget dengan berita ini. Sampai saat ini saya masih menerima pesan dari teman-teman,” ucap Koo Kien Keat dilansir SportFEAT.com dari cakapsukan.com.

Lebih lanjut, Koo Kien Keat mengaku cukup mengenal sosok Markis Kido.

Pria 35 tahun itu telah menjadi musuh bebuyutan Kido sejak usia muda.

Baca Juga: Sang Juara Olimpiade itu Telah Pergi, Berikut Ucapan Bela Sungkawa dari Deretan Mantan Pasangan Markis Kido

Bahkan di level senior, duel Kien Keat yang berpasangan dengan Tan Boon Heong melawan Markis Kido/Hendra Setiawan selalu menjadi partai yang hebat pada masanya.

"Saya telah melawannya sejak saya berusia 17 tahun, di Asian Youth dan World Youth Championships. Kemudian dia tetap menjadi pesaing utama saat di panggung senior,” ucap Koo Kien Keat.

“Pola permainan kami hampir sama dengan tugas utamanya adalah membuka ruang bagi masing-masing partner untuk menyerang,” sambungnya.

Baca Juga: Kematian Markis Kido Jadi Inspirasi untuk Merebut Medali Emas di Olimpiade Tokyo 2020

Lebih jauh lagi, Kien Keat memberikan penghormatan dan tak akan melupakan kenangan manis pernah bermain melawan Markis Kido.

"Dia adalah lawan yang harus dihormati dan kenangan bermain melawannya akan tetap bersama saya," ujar Kien Keat.

Di sisi lain, Kien Keat juga berbicara penyakit jantung yang merenggut nyawa Markis Kido dan mantan pemain ganda putra Korea Selatan Jung Jae-sung yang meninggal pada usia 35 tahun pada Maret 2018 lalu.

Musuh bebuyutan Markis Kido ini juga mengaku trauma kembali bermain bulu tangkis lagi.

"Dua pemain ganda putra meninggal pada usia yang hampir sama. Ini memang sesuatu yang mengkhawatirkan apa lagi serangan jantung bisa terjadi karena berbagai faktor,” ujar Kien Keat.

“Setelah melihat apa yang terjadi, saya mungkin tidak ingin bermain bulu tangkis lagi dan berolahraga hanya untuk tetap fit.”

"Tentu saja, jika kami bermain (secara sosial) kami dapat menurunkan kecepatan, tetapi sebagai pemain yang telah bermain di panggung tertinggi, selalu ada keinginan untuk tampil eksplosif untuk menang, inilah yang membuat saya khawatir," pungkasnya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by BolaSport.com (@bolasportcom)