Find Us On Social Media :

Bukan Soal Kecepatan, Bos Ducati Beberkan Penyebab Pembalap Alami Kecelakaan hingga Telan Korban Jiwa

Direktur Olahraga Ducati Corse, Paolo Ciabatti masih optimis skuat pembalapnya bisa mendominasi MotoGP Prancis.

Sebagian besar pabrikan tak setuju dengan beberapa ide. Mereka yang sudah terbiasa menang dengan regulasi saat ini, tentu ingin mempertahankan status quo.

Namun, sejumlah pabrikan tetap sepakat agar top speed MotoGP harus dikurangi karena berbahaya bagi pembalap.

Insiden kecelakaan yang menyebabkan pembalap Moto3 Jason Dupasquier di Sirkuit Mugello menjadi faktor utama.

Baca Juga: Johann Zarco Bocorkan Satu Keuntungan Jika Valentino Rossi Sudi Gabung Ducati

Direktur Olahraga Ducati Corse, Paolo Ciabatti menyebut bahwa faktor penyebab tewasnya pembalap bukan karena kecepatan.

Ciabatti menyebut bahwa dinamika lanjutan setelah insiden kecelakaanlah yang membuat banyak korban jiwa di arena balap.

Itulah yang terjadi pada Shoya Tomizawa di Moto2 San Marino 2010, Marco Simoncelli di MotoGP Malaysia 2011, dan Dupasquier.

Baca Juga: Harapan Orang Nomor Satu LCR Honda untuk Alex Marquez dan Takaaki Nakagami di Sisa MotoGP 2021

“Jika Anda mencermati kecelakaan di Mugello lalu, itu terjadi pada motor yang sangat kecil, bukan motor yang memiliki kecepatan sangat tinggi,” ucap Paolo Ciabatti dilansir SportFEAT.com dari Speedweek.

 “Menurut saya, bahaya kecelakaan datang dari dinamika yang muncul saat insiden terjadi. Kecepatan bukanlah faktor penentu.”

“Kecelakaan serius terjadi saat pembalap jatuh dan mereka yang di belakangnya tidak dapat menghindar. Semua orang tahu bahwa tabrakan dengan tubuh manusia bisa berakibat fatal bahkan pada kecepatan 50 atau 60 km/jam," sambung pria Italia itu.

“Gaya inersia (kelembaman) pada sepeda motor dengan berat lebih dari 200 kg memiliki efek yang kuat dan dapat menyebabkan banyak kerusakan. Bahkan pada kecepatan rendah,” tambah Ciabatti.