Find Us On Social Media :

Ayah Ratu Bulu Tangkis Dunia Meradang Putrinya Diperlakukan Begini Menuju Olimpiade Tokyo 2020

Tunggal putri nomor satu dunia, Tai Tzu Ying saat mendapat arahan dari pelatih di final Toyota Thailand Open 2021, di Impact Arena, Bangkok, Minggu (24/1/2021).

SportFEAT.com - Ayah dari tunggal putri nomor satu dunia Tai Tzu Ying mencak-mencak mengetahui putrinya mendapat perlakuan kurang menyenangkan dalam perjalanan menuju Olimpiade Tokyo 2020.

Keberangkatan ratu bulu tangkis dunia, Tai Tzu Ying menuju Olimpiade Tokyo 2020 harus diwarnai sedikit drama.

Tai Tzu Ying dan seluruh tim bulu tangkis Taiwan sejatinya telah mendarat di Jepang sejak Senin (19/7/2021).

Namun perjalanan Tai Tzu Ying menuju Tokyo rupanya harus diliputi rasa ketidaknyamanan akibat jenis kelas pesawat yang ia tumpangi.

Baca Juga: Berasa Mimpi, Lika-liku Mohammad Ahsan dan Hendra Setaiwan Bisa Lolos ke Olimpiade Tokyo 2020

Tai Tzu Ying diketahui melakukan perjalanan dari Taiwan ke Tokyo menggunakan pesawat di kelas ekonomi.

Rupanya hal itu cukup mengganggu sang pemain.

"Saya rindu naik Eva Airlines, mendapat tempat di kelas bisnis," ungkap Tai Tzu Ying dalam unggahan story Instagramnya.

Begitu pula ayah Tai Tzu Ying, Tai Nan Kai.

Ayah Tai Tzu Ying marah dengan fasilitas yang diberikan Pemerintah Taiwan terhadap putrinya.

Ia meluapkan kekecewaannya pada media setempat di Taiwan.

Baca Juga: Olimpiade Tokyo 2020 - Jalan Gregoria Terjal, tapi Susy Susanti Punya Prediksi Lain

"Jika tidak bisa mengatur kelas bisnis, tolong setidaknya beritahu kami terlebih dahulu sehingga kami dapat mengatur perjalanan sendiri," kata Tai Nan Kai dikutip Sportfeat dari Badminton Planet.

"Daripada seperti itu, mengetahuinya baru ketika pemain akan naik pesawat," cetusnya.

Kemarahan ayah Tai Tzu Ying cukup beralasan sebab peraih medali emas Asian Games 2018 tersebut menderita mabuk perjalanan.

Baca Juga: Olimpiade Tokyo 2020 – Jadi Tuan Rumah, Skuad Bulu Tangkis Jepang Tersandung Kendala

Keluarga Tai Tzu Ying selalu berusaha membuat pemain 27 tahun itu nyaman saat bepergian ke turnamen internasional dengan memesan kelas bisnis.

"Dia bisa berbaring dengan nyaman di flatbed kelas bisnis," kata Tai Nan Kai lagi.

Kekecewaan ayah Tai Tzu Ying itu sampai ke telinga Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen.

Tsai Ing-wen turut meminta maaf kepada delegasi Olimpiade Taiwan.

"Pengaturannya tidak hati-hati, seperti itu menunjukkan kurangnya perhatian kepada atlet yang mewakili negara kita, yang sangat disesalkan," kata Tsai.

Tsai lalu meminta otoritas terkait untuk mengatur dan memastikan kepulangan atlet Taiwan dari Tokyo usai Olimpiade Tokyo 2020 nanti di kelas bisnis.

Baca Juga: Olimpiade Tokyo 2020 – Harapan Tinggi Legenda Bulu Tangkis Indonesia untuk The Minions dan The Daddies

Di sisi lain, ayah Tai Tzu Ying untuk saat ini berusaha mengesampingkan masalah ini.

Fokus utama Tai Tzu Ying sekarang adalah memenangkan medali emas.

"Terima kasih kepada semua media atas liputan Anda tentang ini, Tzu Ying sudah tiba di Jepang dengan selamat. Tujuan selanjutnya adalah fokus ke lapangan bulu tangkis," kata Tai Nan Kai.

"Semoga semuanya bisa saling mendukung. Saya tidak akan menanggapi kejadian ini untuk sekarang. Terima kasih atas perhatian dan cinta kalian," kata ayah Tai Tzu Ying lagi.'

Baca Juga: Pembalap Tertinggi di MotoGP 2021 Sudah Diusir Halus oleh Bos KTM