Find Us On Social Media :

Adik Valentino Rossi Tak Tega Lihat Sang Kakak Menderita Jika Dipaksa Bertahan di MotoGP

Luca Marini dan Valentino Rossi

SportFEAT.com - Adik Valentino Rossi, Luca Marini tidak tega melihat sang kakak menderita jika dipaksa menunda pensiun lagi, meski di satu sisi ia juga senang jika The Doctor bertaha semusim lagi.

Pembalap kawakan MotoGP, Valentino Rossi resmi menyatakan pensiun mulai tahun depan.

Pengumuman itu dia sampaikan pada konferensi pers pra-MotoGP Styria 2021, Kamis (5/8/2021) waktu setempat.

Paruh kedua MotoGP 2021 ini nanti akan menjadi sisa seri balapan terakhir Valentino Rossi dalam karier balapnya yang sudah berjalan lebih dari 20 tahun.

Baca Juga: MotoGP Styria 2021 – Fabio Quartararo Mulai Rasakan Mimpi Buruk Tampil di Medan Kekuasaan Ducati

Valentino Rossi mantap memilih gantung helm pada musim depan setelah merenungkan bernagai hal selama liburan musim panas kemarin.

Hasil balapannya bersama Petronas Yamaha yang jeblok pada paruh pertama kemarin lah yang menjadi alasan utama Rossi sadar diri waktunya sudah habis.

Pensiunnya Rossi pada tahun depan tentu akan menjadi kehilangan besar bagi ajang MotoGP yang selama ini lekat dengan pembalap yang lekat dengan angka 46 tersebut.

Sebenarnya, The Doctor mendapat tawaran untuk bertahan semusim lagi dengan membela tim balanya sendiri, VR46 yang akan debut di MotoGP sebagai tim satelit Ducati.

Namun, opsi itu ditolak oleh juara dunia sembilan kali tersebut.

Baca Juga: Mimpi Duet dengan Lionel Messi Batal Terwujud, Sergio Aguero Merengek Ingin Tinggalkan Barcelona

Adik Valentino Rossi, Luca Marini yang notaebene akan jadi pembalap VR46 pada MotoGP 2022, sebenarnya mengaku sangat senang jika benar-benar bisa berduet dengan sang kakak di musim depan.

Namun, Luca Marini berpikir kembali dan ia merasa tidak tega jika harus memaksa Rossi bertahan lagi.

Musim ini saja, Rossi terus terpuruk dalam setiap balapannya. Hasil terbaiknya hanya di posisi ke-10 pada seri Italia. Posisi Rossi dalam klasemen MotoGP 2021 pun saat ini ada di peringkat ke-19 dengan 17 poin saja, yang mana ini menjadi posisi terburuk sepanjang karier MotoGP-nya.

Baca Juga: Sang Pelatih Mulai Buka-bukaan! Sudah Siapkan Pengganti Greysia Polii, Ini Kriterianya

"Valentino sama sekali tidak mengatakan apa-apa kepada saya, tetapi saya sudah mengharapkannya (dia pensiun, red) karena konferensi pers semacam itu tidak akan diatur secara mendadak," ungkap Luca Marini dikutip Sportfeat dari GPOne Italia.

"Saya tidak menyangkal bahwa saya ingin balapan bersamanya (di satu tim) untuk menambahkan kenangan kami."

"(tetapi) memaksanya akan jadi pilihan yang salah. Dia tahu lingkungan (balapnya) dengan sangat baik, dia tahu apa harapannya untuk masa depan," imbuh pembalap berusia 23 tahun itu.

Valentino Rossi saat ini telah berusia 42 tahun.

Rossi sebelumnya mengakui bahwa jika menerima tawaran untuk bertahan dan membela tim balapnya sendiri, itu tidak cukup.

Sebab, dia akan beralih lagi ke motor Ducati dan membutuhkan waktu adaptasi. Jika dikontrak 2-3 tahun mungkin ia akan menerima, tapi jika hanya semusim, menurut Rossi itu tidak akan memberikan hasil yang optimal.

Baca Juga: Valentino Rossi Pensiun, Sang Murid Merapat ke Petronas Yamaha SRT untuk MotoGP 2022

Rpssi berusaha bersikap realistis dengan melihat hasil balapnya dalam dua tahun terakhir.

"Apapun keputusannya, yang penting Vale senang," ujar Luca Marini.

"Mulai musim depan saya berharap dia sesekali bisa kembali ke paddock untuk menonton balapan dan mendukung saya. Itu akan luar biasa sekali rasanya," kata Marini lagi.