Find Us On Social Media :

Valentino Rossi Bongkar Problem Terbesar Yamaha Selama 3 Tahun Terakhir

Valentino Rossi.

Menurut rider berjuluk The Doctor, akar masalah Yamaha adalah pada Electronic Control Unit (ECU).

Perangkat tersebut sangat krusial karena mengatur reaksi motor MotoGP terhadap beragam kondisi.

Masalah bermula saat MotoGP mewajibkan setiap yang ikut kejuaraan harus menggunakan ECU buatan Magneti Mareli.

Baca Juga: Sssttt!!! Pol Espargaro Bongkar Rahasia Kecepatan Marc Marquez

“Dari 2015 ke 2016, ada perubahan besar. Saat itu, uni ECU dipasok Magneti Marelli," tutur Rossi, dikutip SportFeat dari Motorsport.

"Tujuannya mencapai keseimbangan lebih baik dari sisi performa antara motor pabrikan dan seluruh penghuni grid.

"Pabrikan seharusnya didekatkan bersama-sama,” tuturnya.

Yamaha yang sejatinya diprediksi mendapat manfaat besar dari ECU standar rupanya berbalik 180 derajat.

Para insinyur Yamaha tampak kesulitan dan harus memutar otak untuk mencari solusi agar motor bisa seimbang.

Para pembalap juga mengeluh saat memakai ECU karena tidak mau ngegas sejak start.

“Saya ingat itu adalah masalah besar bagi Yamaha. Saya kira Yamaha yang paling terpukul. Ketika Yamaha punya elektronik sendiri, motor malah punya keseimbangan bagus.

“Motor bekerja dengan baik. Insinyur Jepang sangat bagus mengatasi elektronik ini. Mereka sangat andal mengatasi masalah.”

Baca Juga: Murid Valentino Rossi Bisa Lebih Lama Perkuat Ducati, Begini Skenarionya!

Rider yang baru saja memutuskan pensiun itu tak menampik bahwa ECU baru keluaran Magneti Marelli justru menjadi bumerang bagi Yamaha.

“Ketika kami ganti ke produk Magneti Marelli, kami mengambil langkah mundur. Motor tak lagi mudah dikendarai," ujar Rossi lagi.

"Kontrol traksi, tapi lebih dari itu manajemen mesin, di mana motor tak lagi seimbang. Sebelumnya, semua serasi. Kami kesulitan dengan elektronik Magneti Marelli.

"Pada tahun-tahun berikutnya, para insinyur Jepang menghadapi masalah besar menangani elektronik itu secara tepat. Saya kira itu masih jadi masalah hingga sekarang.”