Find Us On Social Media :

Honda Tetap Enggan Kabulkan Keinginan Valentino Rossi Satu Ini meski The Doctor Sudah Pensiun, Masih Sakit Hati?

Valentino Rossi ingin bawa pulang Honda NSR500

Baca Juga: Tak Percaya Diri Lagi, Raja Bulu Tangkis Malaysia Ragu Pertahankan Gelar di All England 2022

Total ada sembilan motor yang mejeng, sesuai dengan jumlah gelar juara dunia milik The Doctor.

Baik saat masih di kelas menengah maupun kelas premier.

Saat itu, Rossi sempat berharap Honda beurbah pikiran dan mau memberikan motor NSR500 mereka.

Rossi memiliki hobi khusus yakni mengoleksi semua motor yang pernah ditungganginya saat juara dunia.

Namun, cuma motor Honda yang belum ada di 'mini showroom' di rumahnya.

"Dulu Honda pernah janji mau beri motor ini. Saya sudah menyiapkan segalanya, termasuk menyisihkan ruang di rumah saya," kata Rossi pada November 2021 lalu.

Baca Juga: Buka Luka Lama, Kepala Kru Yamaha Tersirat Dukung Maverick Vinales Keluar dari Tim

"Tapi sayangnya sampai sekarang NSR500 ini tak pernah menemukan jalan ke Tavullia (rumah Rossi). Motornya tak pernah sampai," ujar Rossi.

"Akan sangat bagus jika Honda mengubah sikap mereka dan membiarkan saya memiliki motornya."

"Tentu saya akan sangat merawatnya dengan baik, di suhu yang tepat. Akan ada ruang khusus di rumah saya," ucap mantan rider MotoGP dengan yang lekat dengan angka 46 itu.

Sikap Honda yang masih enggan memberikan motornya untuk Rossi tampaknya masih terpengaruh luka lama di masa lalu.

Hubungan Rossi dengan Honda memang sempat memanas pada akhir 2003. Rossi bisa dikatakan telah membuat Honda sakit hati bertahun-tahun lamanya.

Hal itu dipicu keputusan Rossi yang pindah ke Yamaha di musim 2004. Padahal di periode tersebut, pabrikan Yamaha sedang terpuruk dan terbilang masih di bawah level Honda.

Baca Juga: Pelatnas Malaysia Gaduh, BAM Sengaja Halangi Goh Jin Wei Daftar Turnamen Internasional BWF?

Namun demikian, fakta terkuak bahwa Rossi memilih hengkang dari Honda karena merasa kurang dihargai para petinggi Honda saat itu yang 'mendewakan' motor  mereka.

Sebagai pembuktian diri, The Doctor mencari tantangan baru dan memilih Yamaha, yang ternyata langsung membuat Honda 'mati kutu'.

Mantan pembalap ikonik 46 itu bahkan langsung juara dunia dua kali beruntun pada 2004 dan 2005 bersama Yamaha dan dilanjutkan kembali juara pada 2008 dan 2009.