Find Us On Social Media :

Fakta Menarik Kejuaraan Asia 2022 - 4 Gelar Terakhir Indonesia Selalu Berpusar di 3 Pemain Ini

Mantan Ganda campuran andalan Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir saat menjuarai Kejuaraan Asia 2015.

SportFEAT.com - Menjelang dimulainya Kejuaraan Asia 2022, ternyata ada beberapa catatan menarik yang dimiliki Indonesia sepanjang gelaran turnamen tersebut.

Tim Indonesia menyambut Kejuaraan Asia 2022 dengan optimisme tinggi.

Kiprah Indonesia di ajang Kejuara Asia dalam 10 tahun terakhir memang kurang memuaskan.

Indoneisa baru memiliki satu gelar juara dalam satu dekade terakhir di ajang turnamen prestisius se-Asia itu.

Baca Juga: Kejuaraan Asia 2022 - Dapat Bonus Rehat, Skuat Indonesia Tancap Gas Latihan, Praveen/Melati Terpantau Sparing dengan Wakil Pelatnas

Tak ayal, gelaran Kejuaraan Asia 2022 kali ini diharapkan mampu membuka peluang para pemain Indonesia untuk memecah kebuntuan dalam 10 tahun terakhir tersebut.

Berbicara tentang gelar terakhir yang didapat Indonesia di Kejuaraan Asia, pemenangnya adalah mantan ganda campuran andalan Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Tontowi/Liliyana berhasil menjadi Juara Asia 2015 setelah menumbangkan wakil Hong Kong, Lee Chun Hei/Chau Hoi Wah di final.

Pada semifinal sebelumnya, Tontowi/Liliyana juga tampil impresif dengan mengandaskan salah satu andalan China, Xu Chen/Ma Jin.

Semua kemenangan tersebut diraih Tontowi/Liliyana dalam dua gim langsung alias straight game.

Baca Juga: Kejuaraan Asia 2022 - Putri KW Nervous, tapi Jawara Orleans Masters Itu Punya Target Pribadi di Momen Debutnya

Bagi Liliyana, itu adalah gelar Juara Asia kedua sepanjang kariernya.

Sebelumnya, Liliyana juga pernah menjadi Juara Asia di ektor gand campuran, namun dengan pasangan berbeda.

Liliyana pernah Juara Asia pada edisi 2006 bersama Nova Widianto yang sekarang aktif menjadi pelatih ganda campuran Pelatnas PBSI.

Baca Juga: Kejuaraan Asia 2022 - Ternyata Raja Bulu Tangkis Malaysia Baru Jalani Debut, Buang Memori Kelam Masa Lalu

Uniknya, Nova pun juga tidak sekali saja menjadi Juara Asia.

Pada edisi 2003, Nova Widianto sudah pernah juara bersama Vita Marissa.

Duet Nova/Vita kala itu mengandaskan rekan senegara, Anggun Nugroho/Eny Widiowati.

Sedangkan saat berpasangan dengan Liliyana, Nova menjadi Juara 2006 setelah mengandaskan ganda campuran terbaik Thailand saat itu, Sudket Prapakamol/Saralee Thungthongkam.

Baca Juga: Kejuaraan Asia 2022 - Alarm Buat Ginting dan Jojo, Raja Bulu Tangkis Malaysia Ingin Tampil Habis-habisan meski Baru Debut

Vita Marissa juga berhasil menyusul prestasi Nova dan Liliyana di Kejuaraan Asia.

Vita yang kini aktif menjadi pelatih di PB Djarum, juga sudah dua kali meraih gelar di Kejuaraan Asia.

Selain bersama Nova pada tahun 2003, lima tahun kemudian Vita kembali naik podium tertinggi Kejuaraan Asia 2008 bersama pemain kidal, Flandy Limpele.

Flandy/Vita berhasil menjadi Juara Asia 2008 setelah mampu menaklukkan Nova Widianto/Liliyana Natsir.

Baca Juga: Paulus Firman Resmi Tinggalkan BAM, Malaysia Krisis Pelatih?

Flandy sendiri sekarang telah mejadi pelatih ganda campuran pratama di pelatnas PBSI, membantu Nova Widianto yang menangani sektor utama.

Prestasi tersebut menyiratkan bahwa tiga nama yakni Nova Widianto, Liliyana Natsir dan Vita Marissa selalu berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah Kejuaraan Asia.

Mereka juga membuktikan bahwa ganda campuran Indonesia di era tersebut cukup digdaya di kawasan Asia.

Kini, tugas para pemain muda Indonesia adalah membuka kembali estafet kemenangan demi kemenangan yang telah lama ditunggu.

Di Kejuaraan Asia 2022, Indonesia mengirim 4 pasangan ganda campuran.

Mereka adalah Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari, Adnan Maulana/Mychelle Crhystine Bandaso, Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati serta pasangan indenden, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti.

Kejuaraan Asia 2022 akan dimulai pekan ini, tepatnya pada 26 April - 1 Mei 2022 di Manila, Filipina.

Baca Juga: Hasil Drawing Kejuaraan Asia 2022 - Chico Tantang Kento Momota, Fadia/Ribka Jumpa Unggulan Ketiga