Find Us On Social Media :

Garasi Suzuki Bakal Melompong, Kawasaki Kukuh Tak Sudi Kembali ke MotoGP

Jonathan Rea (ketiga dari kanan) bersama segenap kru tim Kawasaki Racing Team (KRT).

SportFEAT.com - Suzuki dipastikan hengkang dari MotoGP musim depan. Meski bakal ada paddock kosong, Kawasaki masih tak tertarik kembali merambah MotoGP. Ada alasan klasik dan alasan pribadi yang melatarbelakangi.

Suzuki mengemparkan dunia MotoGP dengan memutuskan pergi dari MotoGP sejak akhir paruh pertama musim ini.

Padahal, hitungannya pabrikan asal Hamamatsu, Jepang itu juga belum lama meramaikan dunia MotoGP di kelas utama, di mana mereka kembali bergabung pada musim 2015.

Kepergian Suzuki dari MotoGP per musim depan jelas akan menyisakan satu paddock garasi yang kosong melompong.

Baca Juga: Jadi Pencetak Sejarah MotoGP Indonesia sampai Terusir dari Tim Sendiri, Miguel Oliveira Diam-diam Dapat Backing-an

Sejumlah nama-nama tim besar dari ajang balap sebelah sudah ramai diperbincangkan bakal menggantikan slot kosong milik Suzuki.

Dua diantaranya yang paling kondang adalah Kawasaki dan BMW.

Namun khusus untuk Kawasaki, mereka langsung menolak mentah-mentah opsi kembali ke MotoGP.

Kawasaki pernah merambah dunia MotoGP sejak 2002 hingga 2009.

Krisis keuangan di musim dingin 2008 menjadi alasan mereka untuk hengkang dari MotoGP. Meski sudah dibujuk rayu oleh Dorna selaku promotor MotoGP, bahkan meski harus jadi tim independen, Kawasaki tetap mengelak.

Baca Juga: Pernah Satu Seperguruan, Luca Marini Masih Yakin Franco Morbidelli Bisa Kembali ke Mode Sangar MotoGP 2020

Hingga lebih dari satu dekade berlalu, Kawasaki masih saja tak tertarik untuk kembali meramaikan kelas para raja di MotoGP.

Rupanya ada dua alasan yang membuat tim pabrikan yang bermarkas di Kobe, Jepang itu enggan kembali menjadi pesaing di MotoGP.

Alasan pertama yang cukup klasik adalah masalah uang dan peluang yang kecil untuk menyaingin kompetitot sekelas Ducati dan Yamaha.

"MotoGP adalah kejuaraan mahal dengan motor prototipe, tantangan besar. Kami pun sangat menghormati keputusan Suzuki (yang mundur)," ujar Manajer Kawasaki di WSBK, Guim Roda, dikutip Sportfeat dari Speedweek.

"Kawasaki sudah cukup nyaman berada di WSBK dengan motor produksi, tidak ada alasan kuat untuk beralih ke MotoGP. Kawasaki tetap fokus ke WSBK," ujarnya.

Baca Juga: Marc Marquez 'Terseret' dalam Insiden Blunder Fatal Aleix Espargaro di MotoGP 2022

Sejak berfokus pada WSBK, Kawasaki memang sangat dominan.

Bahkan mereka mampu memenangi enam gelar juara dunia berturut-turut lewat Jonathan Rea, pada 2015 sampai 2020.

Kecuali di tahun lalu, dominasi Kawasaki dan Rea mulai terganggung oleh kehadiran Toprak Razgatlioglu yang menang bersama Pata Yamaha di WSBK 2021.

Kontrak Kawasaki bersama Provec sejatinya selalu berjalan satu musim per satu musim, sehingga sebenarnya ada peluang untuk 'tiba-tiba' berubah pikiran untuk kembali ke MotoGP atau ajang balapan lain.

Namun secara pribadi, saudara Guim Roda, Biel Roda yang juga menjabat sebagai marketing manager, mengatakan bahwa kenyamanan berkompetisi di WSBK menjadi alasan kedua mengapa mereka tidak tertarik menuju MotoGP.

"Kawasaki membuat keputusan ini (kontrak per musim) setelah mundur dari MotoGP untuk mendapatkan kesempatan pergi ke arah lain. Kami belum ada rencana pasti yang sampai lima tahun," ungkap Biel Roda.

"Jadi memang sebenarnya ada kesempatan untuk berubah pikiran."

"Namun tujuan saya adalah tidak berada jauh dari rumah selama 22 kali tiap akhir pekan lagi. Saya punya kehidupan yang ingin saya nikmati dengan anak-anak dan keluarga. Itu prioritas saya," kata Biel.

"Sedangkan dari sudut pandang perusahaan, kami memang tidak pernah memikirkan MotoGP. Kalaupun dari petinggi memutuskan, kami akan meninjaunya lagi."

"Tapi untuk sekarang Kawasaki sama sekali tidak tertarik dengan MotoGP. Anda tentu tidak bisa hanya menjetikkan hari dan dengan mudah mengatakan 'tahun depan kami akan mentas di MotoGP' bukan?"

"Kami harus punya struktur jelas untuk rencana sebesar itu," jelasnya.