Find Us On Social Media :

Yamaha Ternyata Sudah Minta Maaf ke Fabio Quartararo Sejak Awal

Pembalap Yamaha, Fabio Quartararo.

Pikiran negatif pun mulai sesekali menyelimuti.

"Setelah seri Austin, saya berkata pada diri saya sendiri bahwa saya harus berhenti berpikir negatif," tegas pembalap 23 tahun itu.

"Sebaliknya, saya ingin fokus untuk mendapatkan hasil maksimal dari diri saya dan apa yang saya miliki."

"Pada paruh pertama musim berjalan cukup baik dan lebih dari yang diharapkan. Namun kemudian kenyataannya mulai terungkap di paruh kedua," kata Quartararo yang finis di runner-up MotoGP 2022.

Tidak bisa dipungkiri bahwa membalap untuk tim Yamaha adalah impian banyak orang.

Filosofi sebagai motor MotoGP paling mudah dikendarai sudah kondang di area paddock.

Namun tenyata, menurut Quartararo, dalam tiga tahun terakhir, hal tersebut sudah mulai berubah. Inilah PR yang harus diselesaikannya.

Baca Juga: Adik Valentino Rossi Satu Suara dengan Marc Marquez Soal Pembalap Harus Lebih Punya Peran Penting Ketimbang Motor

"Saya belum memiliki banyak pengalaman di MotoGP. Tapi ketika saya naik, semua orang mengatakan kepada saya bahwa Yamaha adalah motor yang ingin dikendarai semua orang karena sangat mudah dikendarai," kata Quartararo.

"Namun dalam tiga tahun terakhir, karakter motor banyak berubah. M1 menjadi lebih menuntut secara fisik. Saya bertanya kepada Cal Crutchlow (test rider Yamaha, red), yang memiliki banyak pengalaman dan mengetahui Ducati dan Honda, apa pendapatnya."

"Dan dia mengatakan kepada saya bahwa Yamaha adalah motor yang paling menuntut secara fisik yang pernah dia kendarai. Setidaknya dia menegaskan bahwa itu bukan kesalahan saya dan kondisi fisik saya tidak memburuk. Karena aku bekerja sangat keras," katanya.