Menurutnya, sektor tunggal putri mempunyai potensi untuk bersaing di level tertinggi bersanding dengan tunggal top dunia seperti Tai Tzu Ying, Chen Yufei, hingga Nozumi Okuhara.
"Kalau ditanya apakah para mereka bisa bersaing, ya bisa. Meski Gregoria sering bertemu lawan yang sama di turnamen, dia tidak kalah dengan gampang," kata Riony, dikutip SportFEAT.com dari Bolasport.com.
"Ruselli juga sudah bisa menunjukkan kemampuannya bersaing, seperti pada SEA Games 2019 lalu."
Saudara dari Roxy Mainaky ini juga mengakui mempunyai tugas berat untuk membenahi aspek kesabaran, fisik dan daya juang.
Baca Juga: Tajir Melintir! Cristiano Ronaldo Tertangkap Gunakan Jam Tangan Mewah Seharga Rp 67 Miliar
Lebih lanjut, Riony mengaku mempunyai kiat khusus untuk menumbuhkan motivasi para pemainnya, yakni dengan meningkatkan kedisiplinan.
"Hal pertama adalah latihan lebih keras dan meningkatkan disiplin, mulai waktu istirahat sampai start latihan," ucap Riony lagi.
"Saya juga biasa menekankan setiap turnamen soal tujuan mereka apa,"
"Jangan sampai para pemain lengah, jadi saat masuk lapangan sudah siap."
Ayah dari tunggal putri, Lyanny Alesandra Mainaky ini juga menyebutkan bahwa membenahi fokus dan konsentrasi anak asuhnya adalah hal terpenting.
Tugas perdana Riony Mainaky di tahun 2020 ini adalah menemani anak asuhnya berlaga di turnamen Malaysia Masters 2020 yang dihelat pada 7-12 Januari 2020.
Pada turnamen tersebut, Indonesia mengirimkan tiga wakil tunggal putri.
Gregoria Mariska Tunjung akan bertanding melawan Ratchanok Intanon (Thailand) pada babak pertama.
Sementara itu, Fitriani akan bersua wakil China, Chai Yanyan. Adapun Ruselli Hartawan bersua Pai Yu Po (Taiwan).
Baca Juga: Bukan Sergio Ramos, Inilah Pemain Paling 'Bar-bar' dalam Satu Dekade Terakhir
Source | : | BolaSport.com |
Penulis | : | Nuranda Indrajaya |
Editor | : | Nuranda Indrajaya |