Ia unggul jauh 8-0, dan terus unggul jauh bahkan sampai interval 11-1.
Setelah break interval pun, lawan benar-benar tak bisa keluar dari tekanan serangan-serangan Jonatan.
Kai Schaefer bahkan berkali-kali harus memalingkan wajahnya ke arah kursi pelatih, tanda menginginkan petunjuk atau arahan dari dua pelatih yang mendampinginya.
Schaefer juga tak jarang terus-terusan menggeleng-gelengkan kepalanya saking frustrasi dan kesulitan harus memainkan pola apa untuk meredam serangan Jonatan.
Pemandangan yang sangat kontras dibandingkan ketika ia sangat percaya diri dan mampu menaklukkan Kantaphon Wangcharoen asal Thailand di babak sebelumnya.
Di gim kedua, Jonatan tidak mengendurkan serangan. Meski Schaefer mulai sabar dan terus memperbaiki defence, ketangguhan Jonatan tetap tidak terelakkan.
Malah Schaefer makin tertekan lagi dan sulit untuk mengembangkan permainannya.
Jonatan akhirnya mampu mengunci kemenangan dengan skor akhir 21-4, 21-16 dalam durasi 37 menit.
Baca Juga: Baru Saja Dapat 'KTP', Inilah Pebulu Tangkis Termuda di Kejuaraan Dunia 2022
Kemenangan ini membawa Jonatan berhasil menembus babak 16 besar Kejuaraan Dunia 2022.
Di babak ketiga besok Kamis (25/8), Jonatan sudah ditunggu unggulan ke-11 asal Taiwan, Wang Tzu Wei.
Selain itu, kemenangan Jonatan juga mengartikan bahwa tunggal putra Indonesia masih aman bertahan dua wakil di Kejuaraan Dunia 2022.
Sebab sebelumnya, Anthony Sinisuka Ginting juga sudah menang atas wakil Mauritius, Georges Julien Paul.
Namun Ginting di babak 16 besar akan bertemu lawan yang tidak mudah, karena ia akan berjumpa dengan tunggal putra asal China yang belum pernah mampu ia kalahkan dalam 6 kali pertemuan, Shi Yu Qi.
Baca Juga: Hasil Kejuaraan Dunia 2022 - Dihiasi Skor Satu Digit, Fadia/Ribka Menang Telak dalam 30 Menit
Source | : | SportFEAT.com |
Penulis | : | Nestri Y |
Editor | : | Nestri Y |