Lewis memiliki tubuh besar dan terkenal punya gerakan yang lambat.
Bahkan terkadang dia jarang melakukan hal signifikan dalam satu rondel pertarungan.
Di sisi lain, untuk menang, dia hanya butuh satu pukulan tepat sasaran dan sebelum dia mendapatkan celah, dia tidak akan menyerang secara agresif.
Di antara banyak korban dari senjatanya yang mengguncang Octagon adalah Gabriel Gonzaga, Shamil Abdurakhimov, Travis Browne, Marcin Tybura, Alexander Volkov dan Aleksei Oleinik.
Francis Ngannou disebut sebagai pemukul paling dahsyat di UFC saat ini.
Hal unik ketika Ngannou menghabisi lawannya sampai K.O adalah mengkhawatirkan kondisi lawannya, alih-alih bergembira saat menang.
Baca Juga: Aturan Sprint Race Bakal Bikin MotoGP Makin Seru, Kenapa?
Kekhawatirannya mirip ketika seseorang tertabrak truk pengangkut barang di jalan raya.
Masih belum yakin? Coba lihat empat kemenangan terakhir kelas berat ketika dia menghancurkan Curtis Blaydes, Cain Velasquez, Junior dos Santos, dan Jairzinho Rozenstruik pada ronde pertama kurang dari tiga menit.
Thiago Santos
Petarung kelas berat ringan UFC, Thiago Santos, mungkin adalah pemukul paling dahsyat di divisinya saat ini. Bahkan sekelas Blachowicz tidak bisa menahan pukulan Santos ketika keduanya duel di tahun 2019.
Di luar Blachowicz, Santos juga meraih kemenangan K.O mengerikan lainnya. Atlet Brasil ini memiliki kekuatan yang dapat merusak petarung mana pun dalam sekejap.
Jeremy Stephens
Veteran kelas bulu UFC Jeremy Stephens mungkin paling dikenal ketika dia gagal menang dari Conor McGregor.
Meski kalah dari McGregor di tahun 2016, nyatanya Stephens diakui punya pukulan yang sangat keras.
Stephens memiliki beberapa kemenangan K.O yang brutal sepanjang kariernya seperti ketika menghabisi Josh Emmett dengan sebuah hook kiri dan serangan siku yang menggetarkan.
Source | : | Bleacher Report |
Penulis | : | Imadudin Adam |
Editor | : | Imadudin Adam |