Find Us On Social Media :

Satu Hal yang Disayangkan dari Pergelaran Indonesia Masters 2019

Pasangan ganda putri Indonesia, Siti Fadia Silva Ranadhanti/Ribka Sugiarto, berpose setelah memenangi Indonesia Masters 2019 Super 100 di GOR Ken Arok, Malang, Minggu (6/10/2019).

Sebab mereka adalah pasangan muda dan baru ditandemkan belum lama, yakni pada pertengahan Juli lalu.

Adapun satu wakil lainnya, yakni ganda campuran muda Adnan Maulana/Mychelle Crhystine Bandaso harus puas keluar sebagai runner-up.

Adnan/Mychelle yang sudah menapaki tiga final pada 2019 itu kalah dari wakil China, Guo Xin Wa/Zhang Shu Xian dalam pertarungan rubber game penuh drama (18-21, 21-16, 26-28).

Dari sisi penonton, Indonesia Masters 2019 pun cukup berhasil mencuri perhatian.

Sejak bergulirnya hari pertama, para penonton pun sudah menyambangi GOR Ken Arok.

Fasilitas di luar arena GOR Ken Arok pun bisa dibilang istimewa untuk turnamen sekelas BWF Super 100.

Hal tersebut pun memancing pujian dari Event Manager Representative BWF, Zsofia.

"Menurut BWF transformasi tempat penyelenggaraan di Kota Malang ini sangat brilian. Panitia pelaksana beserta seluruh pihak yang terlibat sudah bekerja dengan sangat baik untuk membuat ini berhasil," tutur Zsofia, dikutip SportFEAT.com dari Djarum Badminton.

"Kami pikir turnamen ini berjalan dengan sukses dan PBSI melakukan pekerjaan yang luar biasa dengan membawa ini semua ke standart yang lebih tinggi,"

"Selain itu, banyaknya penonton yang menyaksikan langsung di setiap harinya, mampu menciptakan suasana yang menyenangkan di turnamen ini" imbuhnya.

Namun demikian, di balik suksesnya penyelenggaraan Indonesia Masters 2019, masih ada satu hal yang disayangkan oleh Achmad Budiharto.