Find Us On Social Media :

Maverick Vinales Disebut Mulai Nyaman di Kubu Yamaha meski Sempat Alami Start Kurang Mulus

Selebrasi Maverick Vinales (tengah) bersama kru Monster Energy Yamaha sesudah memastikan pole position MotoGP San Marino 2019, Sabtu (14/9/2019)

SportFEAT.COM - Performa apik Maveric Vinales sepanjang paruh kedua musim MotoGP 2019 mengerucutkan sebuah indikasi positif.

Maverick Vinales berhasil finis di urutan ketiga klasemen akhir pembalap MotoGP 2019.

Sepanjang mengikuti kompetisi MotoGP 2019, pembalap Monster Energy Yamaha itu sukses mengoleksi dua gelar juara, tujuh kali naik podium dan tiga catatan pole position.

Dua gelar juara Vinales diraih saat dirinya tampil impresif pada gelaran GP Belanda 2019 dan GP Malaysia 2019 lalu.

Namun siapa sangka, awal musim MotoGP 2019 rupanya merupakan masa-masa cukup sulit bagi Vinales.

Vinales yang tampil moncer selama tes pramusim MotoGP 2019 awal tahun ini justru sempat terseok-seok.

Baca Juga: Yamaha Makin Optimistis Tatap Masa Depan Berkat Fabio Quartararo dan Maverick Vinales

Baca Juga: Andrea Iannone Yakin Dirinya 'Bersih' dari Dugaan Kasus Doping

Tiga seri pertama MotoGP 2019 bahkan harus membuahkan hasil kurang manis bagi pembalap beralias Top Gun tersebut. Dua seri gagal finis lima besar dan satu seri harus retired.

Vinales sempat bangkit pada seri keempat, GP Spanyol 2019, dengan naik podium ketiga. Namun, penampilannya masih belum cukup konsisten [ada tiga seri berikutnya.

Barulah pada pertengahan tahun ini, Vinales mulai perlahan menemukan secercah cahaya.

Setelah berhasil meraih titel kampiun di GP Belanda 2019, progres yang dibukukan Vinales cenderung meningkat hingga akhirnya dia mampu melesat ke posisi tiga besar klasemen pembalap MotoGP 2019 dan sekaligus menjadi pembalap Yamaha terbaik tahun ini.

"Maverick memulai kompetisi tahun ini dengan kurang baik," kata Lin Jarvis, Manajer Tim Yamaha, yang dikutip SportFEAT.com dari SpeedWeek.

"Dia sangat-sangat merasa kesulitan setelah menjalani empat sampai lima seri pertama. Saat itu, performanya masih kalah dengan Valentino Rossi,"

"Rossi berhasil di awal tahun cukup bersinar, sedangkan Vinales justru beberapa kali memberikan hasil minor," imbuhnya.

Lin Jarvis pun mengapresiasi progres positif yang dibukukan Vinales pada paruh kedua musim 2019.

Menurut Lin Jarvis, Vinales saat ini semakin menemukan kenyamanan di kubu Yamaha dan mampu menajdi pembalap tim pabrikan Jepang itu beradaptasi cukup baik meski tanpa beberapa pembaruan motor YZR-M1.

Baca Juga: Naik Banding Soal Larangan Mengirim Atlet ke Olimpiade 2020, Rusia DIprediksi Tak Punya Peluang Kemenangan

"Saya sangat bersyukur dia mampu memperbaiki start-nya. Sekarang dia sudah mampu membuat perubahan, dari segi teknis dan permulaan start-nya. Dia mampu meminimalisir kelemahannya," ujar Jarvis.

MotoGP 2020 sendiri bakal menjadi musim balap keempat Maverick Vinales bersama Monster Energy Yamaha.

Selama berhelm Yamaha, pembalap 24 tahun asal Spanyol itu bisa dibilang cukup konsisten lantaran mengakhiri setiap musim dengan finis di posisi lima besar klasemen pembalap MotoGP.

 

 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Bentrokan terjadi di luar Stadion Camp Nou usai laga Barcelona versus Real Madrid. . Para demonstran pendukung kemerdekaan Catalan terlibat baku hantam dengan polisi. . Mereka membawa bendera Catalan dan membuat barikade di tengah jalan. . Demonstran bertopeng membakar tempat sampah, melempar botol dan batu ke arah polisi. . Empat puluh enam orang terluka ringan, termasuk delapan orang harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan ekstra. . Sedangkan lima orang perusuh ditangkap pihak kepolisian. . Di luar peristiwa bentrok itu, catatan statistik kemenangan dan jumlah gol di Liga Spanyol keduanya pun sama. . #realmadrid #fcbarcelona #laliga #ligaspanyol #gridnetwork

A post shared by BolaSport.com (@bolasportcom) on