Find Us On Social Media :

Joachim Fischer Nielsen Beberkan Kesulitan Wakil Eropa Atasi Permainan Cepat Asia

Mantan pemain ganda campuran Denmark, Joachim Fischer Nielsen.

SportFEAT.COM - Mantan pemain andalan ganda campuran, Denmark, Joachim Fishcer Nielsen, berbicara soal dominasi wakil Asia yang kini mulai meredupkan kontestan Eropa.

Joachim Fischer Nielsen adalah sosok yang dulu erat menjadi salah satu lawan bebuyutan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Bersama Christinna Pedersen, Joachim Fischer Nielsen pernah menduduki peringkat satu dunia di nomor ganda campuran.

Setelah memutuskan pensiun pada 2018 lalu, Joachim Fischer Nielsen kini telah menjabat sebagai pelatih ganda campuran Inggris.

Aksi jawara Japan Open 2015 itu sebagi pelatih ganda campuran Inggris pun dapat terlihat tatkala dirinya mendampingi Chris Adcock/Gabrielle Adcock selama gelaran Indonesia Masters 2020 pekan ini.

Usai menjadi seorang pelatih tim bulu tangkis Inggris, Joachim Fischer Nielsen pun mulai mengerucutkan pandangannya soal dominasi wakil Asia.

Seperti diketahui, setelah perhelatan Olimpiade Rio 2016, beberapa nama beken wakil Eropa memang terbilang mulai meredup, khususnya di nomor ganda.

Utamanya di nomor ganda campuran dan ganda putra.

Baca Juga: Jadwal Indonesia Masters 2020 - Tontowi/Apriyani Ditantang Unggulan, Praveen/Melati Dapat Tiket Gratis Babak Ke-2

Baca Juga: Indonesia Masters 2020 - Jonatan Christie Usung Misi Rahasia saat Tampil di Rumah Sendiri

Denmark yang biasa menjadi 'penyetor' utama ganda campuran dan ganda putra papan atas dunia, dalam satu tahun belakangan ini juga tidak menampakkan tajinya.

Hal ini lantas membuat Joachim Fischer Nielsen menaruh perhatian besar dari ketimpangan yang terjadi.

Menurutnya, ada perbedaan besar antara pola bermain wakil Asia dan Eropa di era sekarang, khususnya soal speed alias kecepatan.

Sementara wakil-wakil Benua Biru yang biasa mengandalkan taktik dan kekuatan mental kini cenderung meredup.

"Sejujurnya, saya merasa bahwa kami, wakil Eropa, memang sedikit tertinggal," kata Joachim, dikutip SportFEAT.com dari BWF Badminton.

"Kami (wakil Eropa) sebelumnya cukup bagus dalam pola pikir, taktik dan membaca strategi lawan. Namun sekarang saya merasa pemain-pemain Eropa mulai kesulitan membaca pola bermain yang ada,"

'Sekarang ini semuanya serba cepat. Sekarang ini kami benar-benar beradu cepat dengan mereka dan untuk sementara ini kami masih belum bisa mengimbangi kecepatan para pemain Asia," tukasnya.

Beberapa pasangan yang menjadi sorotan Fischer Nielsen adalah dua penguasa ganda campuran asal China sekarang ini, Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong dan Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping.

"Para pemain Asia sekarang ini benar-benar cepat sekali. Sampai sekarang belum ada wakil Eropa yang bisa mengimbangi aspek ini. Di ganda campuran, dua pasangan China itu benar-benar punya gerakan yang sangat cepat," kata Nielsen.

Meski menurutnya belum ada wakil-wakil Eropa yang dirasa mendekati level permainan Asia tersebut, Joachim Nielsen tetap merasa masih ada peluang untuk memecah dominasi Asia.

"Cara mengalahkan mereka dari kontrol kami sendiri. Kami harus mengubah sedikit pola pikir kami," kata Nielsen.

"Kami masih ada kesempatan, memang bukan berarti bisa langsung mengalagkan mereka. Tapi, kami tetap ada kesempatan,"

"Yang jelas, kami tidak boleh mengikuti pola main mereka yang bgeitu cepat karena itu bisa membuat kami justru kalah. Dan sepertinya hal inilah yang justru dilakukan banyak pemain saat berhadapan dengan dua pasangan China itu," imbuhnya.

(*)

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Penampilan perdana ganda campuran baru Tontowi Ahmad/Apriyani Rahayu di babak kualifikasi Indonesia Master, Selasa (14/1/2020) di Istora Senayan Jakarta. #bulutangkis #badminton #indonesiamaster

A post shared by BolaSport.com (@bolasportcom) on