Find Us On Social Media :

Harapan Liverpool Akhiri Puasa Gelar Liga Inggris Selama 30 Tahun Benar-Benar Terancam Sirna

Liverpool terancam benar-benar gagal juara Liga Inggris 2019-2020 setelah kasus kematian akibat virus Corona di Inggris bertambah tinggi.

Simon Jordan meyakini bahwa penghentian Liga Inggris adalah pilihan paling tepat dan terbaik demi keamanan semua pihak.

Tak cuma Liverpool saja yang akan merugi andai Liga Inggris musim benar-benar dihentikan.

Tim lain yang seharusnya bisa mengejar kesempatan untuk promosi seperti Leeds juga gagal.

"Liverpool batal juara, Leeds tidak jadi dipromosikan, Aston Villa tidak jadi degradasi, Norwich juga tidak jadi degradasi. Kita semua benar-benar sedang ada dalam situasi seperti itu," ucap Simon Jordan dilansir SportFEAT.com dari Sportbible.

Baca Juga: Sir Alex Ferguson Beberkan Pertandingan Terbaik Manchester United di Kompetisi Eropa

Per Rabu (29/4/2020) kemarin, kasus kematian di Inggris akibat virus Corona semakin menunjukkan angka yang mencengangkan yakni 21.678 korban meninggal dunia, sebagaimana yang telah diumumkan Menteri Kesehatan Inggris, Matt Hancock.

Sementara itu, Liverpool saat ini berdiri kokoh di puncak klasemen Liga Inggris 2019/20 dengan raihan 82 poin.

Hanya dengan menyisakan beberapa kali pertandingan, skuad arahan Juergen Klopp sejatinya sudah bisa mengunci gelar juara Liga Inggris.

Baca Juga: Dikenal Garang di Ring Tinju, Mike Tyson Ternyata Sosok Suami Takut Istri

Sebab posisi Liverpool saat ini cukup jauh dari pesaing terdekat mereka, Manchester City yang mengantongi 57 poin.

Andai Liga Inggris 2019/20 benar-benar dihentikan, maka Liverpool gagal mengakhiri puasa gelar juara mereka di era baru Liga Inggris.

Terakhir kali Liverpool mencicipi gelar juara Liga Inggris terjadi pada 1990 lalu, ketika format liga masih menggunakan nama Divisi Satu.

Baca Juga: Tak Hanya Nonton Drakor, Melati Daeva Oktavianti Ternyata Hobi Tindik Telinga

Opsi menggelar Liga Inggris 2019-2020 kembali tanpa penonton, menurut Simon Jordan, juga tidak bisa menjamin keamanan perihal penyebaran virus Corona.

Pasalnya, meski tanpa penonton, setidaknya dalam satu stadion akan ada 300 orang yang berlalu lalang termasuk pemain, ofisial, dan panitia.