Find Us On Social Media :

Andrea Dovizioso Akui Sering Bertengkar dengan Ducati Akibat Perbedaan Visi-Misi

Pembalap Ducati, Andrea Dovizioso, bisa saja meninggalkan tim di akhir musim MotoGP 2020.

SportFEAT.COM - Andrea Dovizioso mengakui sering bertengkar dengan Ducati karena perbedaan prinsip dan visi misi sebelum akhirnya memilih hengkang.

Setelah menjalani tujuh tahun bersama, Andrea Dovizioso pada akhirnya memilih pergi dari Ducati mulai MotoGP 2021.

Kontrak Andrea Dovizioso yang akan berakhir akhir tahun ini resmi tidak diperpanjang.

Keputusan rider 34 tahun asal Italia itu untuk pergi meninggalkan Ducati terbilang melewati proses yang tak mudah.

Baca Juga: Casey Stoner Bongkar Efek Negatif Absennya Marc Marquez di MotoGP 2020

Sejak awal tahun ini, Dovizioso dan Ducati sebenarnya sudah mendiskusikan kontrak perpanjangan,

Namun kedua pihak tidak kunjung menemui kata sepakat.

"Itu sulit, tapi di sisi lain juga tidak sulit karena ada berbagai alasan. Yang jelas itu bukan keputusan satu hari saja," ujar Andrea Dovizioso dilansir SportFEAT.COM dari Motosan.es.

Isu tentang perbedaan visi misi antara Dovizioso dan Ducati sempat menerpa hubungan keduanya.

Rupanya isu tersebut bukan sekadar kabar burung. Pasalnya rider beralias Desmodovi itu sendiri kini mengakui bahwa ia dan Ducati kerap berselisih paham.

Hal itu juga seolah menunjukkan hubungan buruk dengan CEO Ducati, Gigi Dall'Igna.

Baca Juga: Lengsernya Valentino Rossi Semakin Memperlihatkan Pergantian Generasi di MotoGP

Salah satunya yang membuat Dovizioso dan Ducati beda visi-misi adalah arah perkembangan motor Desmosedici.

Dan hal-hal seperti inilah yang ditengarai menjadi pemicu perpecahan Dovizioso dengan tim pabrikan Italia tersebut.

"Kami sering bertengkar karena tidak punya pemikiran yang sama tentang bagaimanakami bekerja," ucap Dovizioso.

"Memang itu sulit, ada pasang surut. Tetapi saya berusaha tetap fokus untuk kejuaraan,"

"Saya senang dengan apa yang saya lakukan di Ducati karena saya mendapatkan hasil yang bagus dan saya siap berjuang untuk kejuaraan musim ini," tukasnya.

Baca Juga: Begini Kata Mantan Manajer Valentino Rossi soal Pengganti Andrea Dovizioso untuk MotoGP 2021

Sebelum bergabung dengan Ducati pada 2013 silam, Dovizioso adalah rider tim satelit Yamaha Tech3.

Setibanya di Ducati, ia tak menampik bahwa saat itu musimnya terasa sulit.

Namun profesionalisme Andrea Dovizioso memang terbuk, dengan akhirnya ia mampu membangun chemistry bersama motor Desmosedici hingga sukses meraih runner-up dalam tiga musim terakhir.

"Pada 2013 itu sulit awalnya, tapi kami bisa tumbuh bersama. Ketika bekerja bersama orang-orang Italia rasanya menyenangkan. Di Ducatia da banyak orang-orang cerdas," kata Dovizioso.

"Tapi di sisi lain juga sulit karena sikap orang Italia itu istimewa, tidak selalu mudah untuk saling satu pendapat," tukasnya.

Masa depan Andrea Dovizioso pada musim depan pun masih menjadi tanda tanya, apakah ia akan benar-benar mengambil opsi cuti panjang, atau ia akan bergabung dengan Aprilia.

"Saya tidak punya rencana apapun saat ini, tetapi pasti ada sesuatu nanti ke depan. Saya tidak khawatir tentang hal itu, saya lebih pilih fokus untuk mengejar gelar juara dunia musim ini, saya akan berjuang sampai akhir," imbuh dia.

(*)

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh BolaSport.com (@bolasportcom) pada