Find Us On Social Media :

Coach Naga Api Bicara Performa 3 Pasangan Muda Ganda Putra Indonesia di Thailand

Herry IP (kiri) saat memberi arahan kepada anak asuhnya dalam ajang Toyota Thailand Open 2021.

SportFEAT.com – Coach Naga Api julukan Herry Iman Pierngadi, pelatih bulu tangkis ganda putra Indonesia angkat bicara soal performa 3 pasangan muda yang turun di Thailand.

Sebelumnya, coach Naga Api merupakan julukan Herry IP yang diberikan penggemar bulu tangkis China yang mempopulerkan julukan tersebut.

Tak ikutnya Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo akibat Kevin sempat mengalami positif Covid-19 membuat Indonesia membawa 3 ganda putra muda ke Thailand.

Dalam menghadapi turnamen seri Thailand Terbuka 2021 Indonesia membawa 2 pasangan andalan yakni Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Selain itu Indonesia juga mengirim tiga pasangan muda, yaitu Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana, dan Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan.

Baca Juga: Toyota Thailand Open 2021 - Ternyata Ini Penyebab Kekalahan yang Dialami Greysia/Apriyani

Coach Naga Api menyebut penampilan ketiga pasangan pelapis ini cukup baik selama bertanding di Impact Arena, Bangkok tersebut

Menurut Herry IP, ketiga pasangan memilki harapan bagi timnas Indonesia, padahal merupakan debut mereka di turnamen level super 1000.

"Mereka pertama kali turun di super 1000, tapi bisa melawan dan oke mainnya,” ujar Herry IP dilansir SportFEAT.com dari badmintonindonesia.org.

“Jadi di satu sisi, ada harapan dengan tiga pasangan-pasangan muda ini.“

“Mulai kelihatan hasil latihan mereka, bisa bersaing dengan lawan-lawan negara lain juga," tambah coach berjuluk Naga Api ini.

Kendati ketiga pasangan ganda putra muda Indonesia ini belum tembus sampai ke final namun sang pelatih tetap memuji performa bermain  tiga pasangan pelapis ini.

"Jadi ada dua sisi. Memang satunya gagal, yang satunya ada harapan lah."

Pada seri pertama Yonex Thailand Open 2021 Leo/Daniel secara mengejutkan mampu menyingkirkan seniornya, Fajar/Rian di babak kedua, 16-21, 21-17, 22-20.

Baca Juga: Live TVRI! Berikut Link Streaming Toyota Thailand Open 2021, Ada 'Juru Selamat' Anthony Ginting

Sayang, langkah mereka dihentikan Goh V. Shem/Tan Wee Kiong (Malaysia) di babak semifinal dengan skor 19-21, 10--21.

Sedangkan pada Toyota Thailand Open 2021, di babak pertama Fikri/Bagas menyingkirkan juara All England 2016, Vladimir Ivanon/Ivan Sozonov (Rusia) dengan rubber game 21-15, 16-21, 21-13.

Namun pada babak kedua, mereka digagalkan oleh Mark Lamsfuss/Marvin Seidel (Jerman), 16-21, 15-21.

Sementara Pramudya/Yeremia, pada babak pertama Toyota Thailand Open 2021 mereka berhasil mengalahkan pasangan Prancis, Eloi Adam/Julien Maio, 21-14, 21-16.

Kemudian dikalahkan The Daddies, Ahsan/Hendra di babak kedua, 18-21, 18-21.

Baca Juga: Toyota Thailand Open 2021 - Ternyata Ini Penyebab Kekalahan yang Dialami Greysia/Apriyani

Berdasarkan hasil tersebut, Herry menilai ketiga pasangan muda ini berhasil menunjukkan hasil latihan yang telah diterapkan.

Apalagi, selama 10 bulan vakum dari pertandingan, mereka telah banyak melakukan sparing dengan para seniornya.

"Itu hasil selama 10 bulan lebih sparing dan latihan bersama dengan pemain-pemain top 10 yang ada di Indonesia.”

“Seperti Kevin/Marcus, Ahsan/Hendra, dan Fajar/Rian,” tambah Herry.

"Kan tidak berbeda terlalu jauh dengan negara lain. Menurut saya kemarin mereka bertanding bisa memberikan hasil latihannya sesuai dengan yang diharapkan," tuturnya.

Menurut Coach Naga Api, bukan kemenangan yang menjadi tujuan utama dalam debut pertama mereka ini.

Namun setidaknya, pola permainan sudah terbentuk pada ketiga pasangan pelapis.

 Baca Juga: Hasil Toyota Thailand Open 2021 - Greysia/Apriyani Takluk, Gagal Wakili Indonesia di Final

"Saya sih tidak selalu melihat menang atau kalahnya.”

"Saya melihat cara mereka bermain, pola mereka bermain sudah terbentuk, sudah sesuai dengan apa yang kita harapkan.

"Tinggal nanti ditambahin jam pertandingan dan ada beberapa teknik yang harus diperbaiki," tambah Herry memberikan evaluasi.

Selama jalannya pertandingan, para pasangan muda ini diingatkan untuk bermain nothing to lose karena ini merupakan permainan pertama mereka di series super 1000.

Dan berharap dapat menerapkan hasil pola latihan yang sudah dijalani selama 10 bulan terakhir.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by BolaSport.com (@bolasportcom)