Find Us On Social Media :

Mantan Tunggal Putra Nomor Satu Dunia Beberkan Borok BWF di All England Open 2021

Mantan tunggal putra nomor satu dunia, Joko Suprianto membeberkan borok BWF di All England Open 2021.

SportFEAT.com –Mantan tunggal putra nomor satu dunia, Joko Suprianto membeberkan borok BWF di All England Open 2021.

Pengusiran skuad bulu tangkis Indonesia dari turnamen All England Open 2021 menarik simpati para legenda bulu tangkis tanah air.

BWF tak mampu bertanggung jawab usai National Healthy Service (NHS) memaksa skuad Indonesia untuk mundur dan melakukan isolasi diri selama 10 hari.

Tujuh wakil Indonesia pun dinyatakan walkover setelah NHS menyatakan skuad Indonesia kedapatan satu pesawat dengan salah satu penumpang yang terkonfirmasi positif Covid-19 pada (13/3/2021).

Kebijakan tersebut muncul di tengah pertandingan babak pertama, bahkan tiga wakil Indonesia sudah bertanding di All England Open 2021.

Baca Juga: Tak Mau Dianggap Lemah usai Diusir dari All England Open 2021, Menpora Dukung PBSI Gugat BWF

Kali ini, mantan tunggal putra nomor satu dunia era 1993 yakni Joko Suprianto ikut mengutarakan pendapatnya terkait mundurnya skuad Indonesia.

Joko mengungkapkan setidaknya ada tiga borok yang dilakukan BWF dan merugikan skuad Indonesia saat turnamen All England Open 2021.

"Pertama, keputusan itu telat. Seharusnya, BWF koordinasi penuh dengan NHS soal kebijakan, jadi semuanya diberitahu sejak awal," ucap Joko dilansir SportFEAT.com dari Warta Kota.

“Ini kurang antisipasi. Padahal, beberapa pemain sudah bertanding.”

“Kedua, service judge di pertandingan Hendra-Ahsan melawan tuan rumah Inggris, justru berasal dari tuan rumah. Ini tidak boleh."

"Ketiga adalah fakta mengapa ada pemain yang satu penerbangan dengan tim Indonesia masih diizinkan bermain. Tiga hal itu perlu transparansi," tambah Joko.

Baca Juga: Terungkap, Begini Nasib Pemain Tunggal Putri Turki yang Satu Pesawat dengan Tim Indonesia

Joko juga memberikan beberapa masukan tentang langkah yang harus dilakukan oleh PBSI terkait skuad Indonesia yang dipaksa mundur dari All England Open 2021.

"Protes dan langkah tegas boleh, apalagi prosesnya lewat aturan-aturan yang tepat  bagaimana antar lembaga sesuai dengan tupoksi masing-masing bisa meminta kejelasan soal ini.”

“Pasti pihak Dubes kita juga nanti menjelaskan informasi resminya, berkaitan dengan otoritas dan kebijakan disana. Kita tunggu," pungkas Joko

Prestasi Joko Suprianto sebagai individu tunggal putra memang tidak terlalu mentereng.

Joko selalu mendapat nasib sial jika tampil di final dan banyak meraih runner up.

Namun, Joko berkontribusi dalam rekor hattrick Indonesia di Piala Thomas tahun 1994, 1996, dan 1998.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by BolaSport.com (@bolasportcom)