Find Us On Social Media :

Kento Momota Merasa Berdosa Besar Jadi Tunggal Putra Nomor Satu Dunia

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, dan Kento Momota saling berpelukan seusai menjalani laga final BWF World Tour Finals 2019 di Tianhe Gymnasium, Guangzhou, China, Minggu (15/12/2019).

Namun menjadi seorang pemain tunggal putra nomor wahid tak melulu menghadirkan kebahagiaan bagi Momota.

Baru-baru ini ia justru merasa berdosa besar karena status tersebut.

Hal itu dirasakan Momota ketika ia takluk 2 gim langsung dan tampil buruk pada All England Open 2021 lalu, saat berhadapan dengan Lee Zii Jia (Malaysia).

Baca Juga: Begini Tabiat Valentino Rossi Setelah Lakoni 2 Balapan MotoGP 2021 Hancur-hancuran

"Sampai saat ini, saya masih merasa bersalah (akibat kekalahan itu) karena saya menduduki peringkat nomor 1 dunia," ungkap Momota dikutip Sportfeat dari Aiyuke.

Rasa bersalah Momota memang cukup bisa dimaklumi.

Bagaimana tidak, All England Open 2021 adalah turnamen comeback Momota usai absen pasca-kecelakaan sebelum pandemi Covid-19 menyerang.

Baca Juga: Eng Hian Bongkar Masalah yang Bikin Atlet Ganda Putri Susah untuk Main Rangkap

Penampilan Momota menjadi salah satu yang ditunggu di turnamen prestisius itu.

Rasa bersalah Momota semakin menjadi tatkala tim Jepang berhasil menggondol 4 gelar juara dari 4 sektor di final All England Open 2021.

Hanya tunggal putra yang luput dari terkaman Negeri Matahari Terbit, yang mana andai Momota tak kalah dari Lee Zii Jia, bisa saja Jepang menyapu bersih 5 gelar juara.