Find Us On Social Media :

Hubungan dengan Yamaha Berakhir Tragis, Maverick Vinales Harus Belajar dari Johann Zarco

Pembalap Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales.

SportFEAT.com –Maverick Vinales harus belajar banyak dari Johann Zarco yang memiliki pengalaman pindah ke tim non-unggulan hingga bersinar bersama Ducati pada MotoGP 2021.  

Hubungan antara Yamaha dengan Maverick harus berakhir tragis pada akhir MotoGP 2021.

Vinales memutuskan kontrak satu tahun lebih awal, yang sejatinya berakhir pada musim 2022 mendatang.

Kerjasama yang sudah terjalin selama lima musim itu harus berakhir karena Vinales mulai tak bahagia bersama tim Monster Energy Yamaha.

Baca Juga: Sukses Selamatkan KTM di MotoGP 2021, Dani Pedrosa Malah Terancam Ditendang?

Pembalap berjuluk Top Gun itu sering mengeluh soal motor YZR-M1, namun Yamaha justru tak memberikan solusi apapun.

Pembalap Spanyol itu pun dirumorkan bakal bergabung dengan Aprilia pada MotoGP 2022.

Banyak pihak mengatakan bahwa kepindahan Vinales ke Aprilia akan menjadi degradasi karier.

Aprilia menjadi salah satu tim yang tidak diunggulkan pada beberapa musim MotoGP terakhir.

Namun, dilansir dari The Race, Vinales harus berani mengambil resiko untuk pindah ke tim pabrikan Noale itu.

Baca Juga: Menolak Pensiun! Ini yang Dibutuhkan Valentino Rossi Agar Kembali Berjaya di MotoGP

Pembalap 26 tahun itu juga harus belajar dari Johann Zarco (Pramac Racing).

Sebab, kejadian yang menimpa Vinales ini mirip dengan yang dialami oleh Zarco pada MotoGP 2019.

Situasi panas yang melanda Vinales dan Yamaha di garasi juga dialami oleh Zarco dengan tim lamanya yakni KTM.

Baca Juga: Terbuang dari KTM Tech3, Eks Ducati Sudah Siap Tinggalkan MotoGP

Dengan personel yang nyaris tidak berbicara satu sama lain apalagi mengembangkan motor, dan ditambah dengan kepribadian Zarco yang berapi-api, hubungan dengan pabrikan Austria itu pun akhirnya retak.

Pembalap Prancis itu membelot dari tim pabrikan KTM ketika musim 2019 masih berlangsung.

Semusim berselang, Zarco mengambil keputusan yang beresiko dengan pindah ke tim pabrikan KTM ke tim satelit Esponsorama Ducati pada MotoGP 2020.

Pembalap 30 tahun itu mendapatkan banyak hujatan karena pindah ke tim non-unggulan.

Akan tetapi, Zarco mampu membungkam hujatan itu dengan catatan satu podium dan hampir seluruh balapannya finis di posisi sepuluh besar.

Lebih lanjut, semua resiko besar yang diambil Zarco berbuah hasil manis pada MotoGP 2021.

Baca Juga: Curhatan Debutan Terbaik MotoGP 2021 yang Gagal Mendarat ke Tim Valentino Rossi

Ia berpindah ke tim Pramac Racing dan mendapatkan mesin terbaru dari motor Desmosedici milik Ducati.

Zarco pun tampil bersinar dengan meraih empat podium dan menghuni runner-up klasemen sementara MotoGP 2021 dengan koleksi 122 poin.

Oleh sebab itu, Vinales harus belajar dari Zarco dan berpedoman pada pepatah ‘Pembalap yang bahagia dengan motor lambat lebih baik daripada pembalap yang tidak bahagia dengan motor cepat.’

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by BolaSport.com (@bolasportcom)