Find Us On Social Media :

Perasaan Andrea Dovizioso usai 3 Kali Mimpinya Jadi Juara Dunia MotoGP Dikandaskan Marc Marquez

Andrea Dovizioso tak sakit hati dengan Marc Marquez meski tiga kali gagalkan mimpinya jadi juara dunia MotoGP.

SportFEAT.com – Pembalap Petronas Yamaha SRT, Andrea Dovizioso tak kecewa dan sakit hati meski mimpinya jadi juara dunia MotoGP dikandaskan Marc Marquez.

Pembalap Petronas Yamaha SRT, Andrea Dovizioso telah menjalani dua seri balapan di MotoGP 2021.

Semenjak kontraknya tak diperpanjang Ducati, Dovizioso menghabiskan musim ini dengan cuti panjang selama 10 bulan.

Dalam dua balapan di MotoGP San Marino 2021 dan MotoGP Americas 2021, Dovi memang belum mendapatkan hasil yang maksimal.

Baca Juga: Hasil Uber Cup 2020 - Greysia/Apriyani Lumat Ganda Putri Jerman, Indonesia Lebarkan Jarak

Namun, pembalap berusia 35 tahun tersebut cukup senang karena bisa kembali bersaing melawan rival terberatnya yakni Marc Marquez (Repsol Honda).

Bagaimana tidak, Marc menjelma menjadi mimpi buruk bagi Dovizioso dalam beberapa musim terakhir.

Bahkan mimpi Dovi untuk merebut gelar juara dunia MotoGP mampu dikandaskan The Baby Alien sebanyak tiga kali pada musim 2017, 2018, dan 2019.

Rekan setim Valentino Rossi itu pun membagikan perasaannya usai tiga kali menjadi runner-up MotoGP.

"Saya tidak bisa mengeluh. Saya tidak terlalu percaya pada nasib buruk, mungkin beberapa hal bisa lebih baik,” kata Andrea Dovizioso dilansir SportFEAT.com dari Tutto Motori Web.

“Saya selalu berhasil berada di empat besar di semua kelas kategori. Saya telah melewatkan beberapa kemenangan.”

Baca Juga: Hasil Uber Cup 2020 - Tumbangkan Kapten Jerman dalam 28 Menit, Gregoria Mariska Bawa Indonesia Unggul

“Di kelas 250 saya meraih juara ketiga, dan dua kali runner-up. Di MotoGP tiga kali meraih runner-up, membawa Ducati kembali bersaing setelah bertahun-tahun,” sambung Dovizioso.

Lebih lanjut, pembalap kelahiran Forlimpopoli ituu tak kecewa selalu dipecundangi oleh Marc Marquez sebanyak tiga kali.

Bahkan, Dovizioso sudah merasa layaknya juara meski tiga kali menjadi runner-up MotoGP.

Baca Juga: Thomas Cup 2020 - Begini Curhatan Pewaris Marcus/Kevin usai Masuk Skuad Indonesia

“Namun, saya tidak merasakan menjadi tiga kali runner-up seperti hal buruk, rasanya hampir seperti sebuah kemenangan,” jelas pembalap anyar Petronas Yamaha SRT itu.

“Minimnya gelar MotoGP lebih bernilai bagi opini publik ketimbang bagi saya.”

“Siapa yang tahu bagaimana tahun-tahun sulit itu dan kemudian berhasil bertarung dengan Marc Marquez dan Repsol Honda,” tambah Dovizioso.

Di sisi lain, Dovizioso juga tak menaruh dendam kepada Marc Marquez yang menjadi penjegal mimpinya.

Juara dunia kelas 125cc pada musim 2004 itu  bahkan terang-terangan memiliki hubungan yang baik dengan The Baby Alien.

Baca Juga: Murid Valentino Rossi Blak-blakan! Faktor Ini yang Bikin Ketinggalan Jauh dari Fabio Quartararo

“Hubungan? Kami baik-baik saja. Tapi pada dasarnya saya mencoba untuk memiliki hubungan yang baik dengan pembalap lain. Saya tidak memancing permasalahan,” tutur Andrea Dovizioso.

“Bersama Marc Marquez juga ada sedikit keberuntungan, karena ketika kami bertarung selalu berjalan dengan baik dan cara bertarung saya tidak menimbulkan bentrokan,” pungkas Dovi.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by BolaSport.com (@bolasportcom)