Find Us On Social Media :

BAM Akan Rombak Pelatih Lagi, Bagaimana Nasib 4 Pelatih Asal Indonesia?

Pelatih ganda putra Malaysia, Flandy Limpele.

SportFEAT.com - Nasib empat pelatih asal Indonesia memancing rasa penasaran setelah Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) umumkan bakal ubah struktur pelatih lagi.

BAM kembali akan merombak struktur pelatih mereka lagi jelang akhir tahun 2021.

Kabarnya, BAM akan merestrukturisasi susunan pelatih dan pemainnya paling cepat minggu depan.

BAM kembali melakukan perombakan menyusul kinerja yang tidak menentu dari para pemain tim Negeri Jiran dalam sembilan turnamen terakhir sejak Olimpiade Tokyo 2020.

Sejak Piala Sudiman 2021 hingga terakhir kemarin di Kejuaraan Dunia 2021.

Ketua BAM, Mohamad Norza Zakaria telah menegaskan akan segera melakukan rapat dengan Komite Pembinaan dan Pelatih (C&T) BAM yang diketuai Kenny Goh.

Baca Juga: Piala AFF 2020 - Egy Maulana Vikri Siap Turun, Semifinal Leg 2 Timnas Indonesia vs Singapura Makin Sengit

"Kalian akan melihat pengumuman yang dibuat Ketua C&T, Kenny Goh pada waktunya nanti, segera setelah dia memimpin rapat C&T termasuk tinjauan kinerja selama 2021 pada minggu depan," tutur Norza Zakaria dikutip Sportfeat dari Bernama.

"Tunggu saja kabar selanjutnya dari kami," tukasnya.

Jika merombak susunan pelatih, maka nasib empat pelatih asal Indonesia di tubuh BAM juga jadi tanda tanya.

Baca Juga: Piala AFF 2020 - Pelatih Singapura Sangat Pede The Lions Bakal Taklukkan Timnas Indonesia di Semifinal Leg 2

Empat pelatih yang dimaksud diantaranya adalah Hendrawan (tunggal putra), Flandy Limpele (ganda putra), Indra Widjaja (tunggal putri) dan Paulus Firman (ganda campuran).

BAM sendiri sebenarnya optimistis dengan susunan pelatih yang sudah mereka buat.

Namun mereka mengakui bahwa terkadang ekspektasi masyarakat, terutama dari Negeri Jiran, tidak dibarengi dengan kesabaran.

Baca Juga: 5 Wakil Indonesia Mentas di India Open 2022, Ada Ahsan/Hendra dan Mantan Ratu Bulu Tangkis Tanah Air!

Selain itu Norza Zakaria sendiri juga mengakui bahwa ada strategi yang tak berjalan lancar ketika BAM memutuskan untuk memberikan kepercayaan kepada para pemain muda pada beberapa turnamen terakhir.

"Kami sebenarnya sudah maju, hanya saja orang-orang tidak sabar menunggu para pemain membaik, tapi saya yakin kami akan meningkatkan diri kami sendiri," kata Norza Zakaria.

Terlepas dari itu, dalam susunan kepengurusan BAM juga telah ketambahan Rexy Mainaky yang kini diberi kepercayaan sebagai Deputi Direktur Kepelatihan BAM.

Rexy baru bergabung pada Desember 2021 ini setelah menyelesaikan kontraknya di Thailand.

Selain pelatih, BAM juga akan melakukan perombakan pemain atau promosi degradasi.

Satu pasangan ganda putra Ong Yew Sin/Teo Ee Yi yang pada 2019 lalu didepak BAM, kemungkinan besar akan ditarik kembali oleh mereka.

Pasalnya, sejak didepak dari pelatnas BAM, performa Ong/Teo yang bermain secara independen justru melesat dan saat ini mungkin bisa dikatakan sebagai ganda putra paling konsisten daripada pasangan pelatnas Malaysia lainnya.

Puncaknya terjadi di Kejuaraan Dunia 2021 lalu, Ong Yew Sin/Teo Ee Yi berhasil mengalahkan juara Olimpiade Tokyo 2020, Lee Yang/Wang Chi-Lin, dan meraih medali perunggu.

Baca Juga: Piala AFF 2020 - Faktor Stamina Berperan Besar, Shin Tae-yong Petik Hikmah Penting dari Hasil Timnas Indonesia di Semifinal Leg 1