Find Us On Social Media :

Tudingan Persaingan Tak Sehat Mencuat, Perseteruan KTM dan Ducati Makin Panas

Direktur KTM Motorsport, Pit Beirer.

SportFEAT.com - Perseteruan dua tim besar MotoGP, KTM dan Ducati kian memanas, rebutan pembalap muda hingga klausul kontrak pembalap jadi akar masalahnya.

Ducati dan KTM kembali berseteru.

Jelang MotoGP 2022, perang urat syaraf antara Ducati dan KTM ternyata masih berlanjut.

Kali ini, KTM menjawab tuduhan Ducati yang menyebut tim mereka membuat persaingan di MotoGP tidak sehat.

Terutama soal perekrutan pembalap muda.

Baca Juga: Ganda Campuran Malaysia Ini Berguru di Indonesia Sampai Jelang All England 2022, Gabung Klub Candra Wijaya

Sebelumnya, Direktur Tim Ducati, Davide Tardozzi berujar bahwa KTM adalah tim yang berkuasa secara ilegal.

Davide Tardozzi menyebut pabrikan Austria itu memiliki semacam supremasi ilegal dalam hal merekrut pembalap muda untuk dibawa ke MotoGP.

Sebagai informasi, KTM memang memiliki tim di berbagai kelas dari Moto3, Moto2 hingga MotoGP.

KTM juga banyak merekrut pembalap muda bahkan sejak kelas Moto3.

Akan tetapi, kerja sama KTM dengan pembalap muda itu cenderung terikat secara permanen.

Baca Juga: Usai Hukum Pemain Sendiri, BAM Bersiap Depak 2 Pelatih Asal Indonesia

Dalam salah satu klausul kontrak, KTM memiliki kewenangan untuk memagari pembalap mereka dari bajakan tim lain, terutama ketika akan debut di kelas MotoGP.

Dengan kata lain, pembalap yang sudah berada di KTM sejak di kelas Moto3 atau Moto2,secara tesirat 'wajib' membela tim KTM pada saat debut di MotoGP.

Ada harga yang harus dibayar mahal bagi pembalapnya jika ingin keluar dari KTM.

Itupun perlu proses panjang. Seperti yang terjadi pada kasus Jorge Martin ketika sukses dibajak Ducati pada 2020 lalu.

Baca Juga: Tanda-tanda Pengganti Davide Brivio Belum Tercium, Suzuki Ecstar Alami Krisis Internal?

Gara-gara kontrak KTM seperti itulah, Davide Tardozzi merasa tim-tim lain di MotoGP jadi kesulitan untuk merekrut pembalap rookie.

Mendengar hal itu, CEO KTM, Pit Beirer melontarkan jawaban yang pedas.

"Saya heran ya, Pak Tardozzi itu sarapan apa tadi pagi sampai bisa mengatakan semua itu," kata Pit Beirer dikutip Sportfeat dari Motosan.es.

"Jika Tardozzi mengatakan sesuatu tentang persaingan yang tidak sehat, saya hanya bisa mengajak Ducati untuk terlibat dalam kompetisi pembalap muda," tegasnya.

Baca Juga: Bukan Niru Indonesia dan Vietnam, Ternyata Ini Alasan Malaysia Rekrut Pelatih asal Korea Selatan

KTM memang jadi pelopor Piala Rookies (Red BullRookies Cup) yang sering jadi jembatan pembalap muda untuk menuju kelas Moto3 di MotoGP.

Mereka lantas menyindir Ducati yang tidak banyak terlibat di kompetisi pembalap muda.

"Saya tidak pernah lihat tuh ada motor Ducati di kelas Moto3," sindir Beirer.

Alih-alih mengakui soal kontrak permanen, Beirer menjelaskan bahwa itu merupakan bentuk investasi jangka panjang.

Baca Juga: Tak Cuma Casey Stoner, Andrea Dovizioso Ikut Kritisi Desain Trek MotoGP yang Mudah Buat Celaka

"Yang pertama, kami itu tidak melakukan kontrak pembungkaman (pada pembalap)," tegas Beirer.

"Kami adalah orang-orang baik di KTM, sehingga beberapa pembalap secara sukarela menandatangani kontrak dengan kami setelah tiga tahun di Piala Rookie (Rookies Cup)."

"Misalnya untuk berlanjut ke Moto3," tukas Beirer.

Beirer juga berujar bahwa KTM berhak punya kewenangan demikian sebab mereka telah merawat para pembalap muda sejak usia junior, di mana biaya yang dibutuhkan tidak sedikit.

Sehingga wajar bagi mereka untuk meminta hasil 'panen' ketika tiba di MotoGP.

Baca Juga: Aprilia Sudah Siap Jika Ditinggal Maverick Vinales, Ada Apa?

"Proyek mengorbitkan pembalap muda itu butuh biaya yang relatif besar, mencapai jutaan bagi kami setiap tahun," kata Beirer.

"Kalau ada tim pabrikan yang merekrut bakat pembalap muda dengan gaji sedikit, itu tidak layak."

"Ducati seharusnya lebih berpikir bagaimana mereka bisa terlibat dalam bekerja dengan pembalap muda."

Beirer lantas juga mengaitkan dengan upaya Ducati yang sedikit demi sedikit mulai mencari pembalap muda dari VR46 Avademy milik Valentino Rossi.

"Kalau Ducati sudah teratur menjadi tuan rumah bagi pembalap jebolan VR46, itu cerdas."

"Tapi seharusnya merkea tingga rutin melakukannya saja kan, tidak perlu lah sampai mengeluhkan program kerja tim kami."

"Ducati sama saja melangkah di atas lautan es dengan berkata seperti itu tentang KTM," tegasnya.

Di MotoGP 2022, Ducati memang memiliki tiga pembalap dari jebolan VR46 Academy.

Mereka adalah Francesco Bagnaia (Ducati), Luca Marini (VR46 Ducati) dan Marco Bezzecchi (VR46 Ducati).