Find Us On Social Media :

Perebutan 1 Kursi Pabrikan Ducati Makin Panas, Luca Marini Bisa Nikung

Luca Marini menjadi pembalap tercepat pada hari kedua tes MotoGP Indonesia 2022 di Sirkuit Mandalika

SportFEAT.com - Setelah Ducati memperpanjang kontrak Francesco Bagnaia hingga 2024, perebutan satu slot kursi Ducati lainnya semakin panas. Luca Marini berpotensi merebut.

Ducati baru saja mengumumkan perpanjangan kontrak dengan Francesco Bagnaia.

Francesco Bagnaia mendapat kepercayaan penuh dari tim pabrikan Italia itu hingga MotoGP 2024.

Kepastian nasib Bagnaia ini bertolak belakang dengan rekan setimnya, Jack Miller.

Baca Juga: Pentolan Dorna Sports Beberkan Peran Spesial Valentino Rossi untuk MotoGP

Nasib Jack Miller terancam terdepak dari Ducati karena satu slot kursi pabrikan Ducati miliknya kini bakal jadi rebutan banyak pembalap.

Sejumlah pembalap dari tim satelit Ducati yakni Jorge Martin (Pramac) dan Enea Bastianini (Gresini) sudah blak-blakan ingin mengincar kursi milik Miller.

Dilihat dari performa musim lalu, Martin dan Bastianini yang berstatus debutan memang sukses menaruh perhatian.

Mereka mampu tampil agresif dan menunjukkan aura pembalap muda yang haus akan gelar juara.

Sementara Miller justru menurun sejak paruh kedua musim lalu.

Baca Juga: Sinyal Bagus untuk RNF Yamaha, Andrea Dovizioso Sudah Temukan Kelemahannya di Atas Motor M1

Masuk akal memang jika Ducati akhirnya lebih memilih memperpanjang kontrak Bagnaia yang berhasil jadi runner-up MotoGP 2021.

Persaingan perebutan kursi pabrikan Ducati makin panas di musim ini sebab Martin dan Miller dibekali Desmosedici GP22.

Senjata yang sama bakal membuat Ducati lebih mudah membuat keputusan.

Sedangkan Bastianini masih memakai GP21. Akan tetapi, performanya dengan motor lawas itu saja sudah terlhat kuat sejak tes pramusim beberapa pekan lalu.

Baca Juga: Andrea Dovizioso Sudah 8 Tahun Jadi Spesialis Ducati, Butuh Waktu Taklukkan Yamaha di MotoGP 2022

Banyak yang memprediksi bahwa kursi Miller bakal direbut Martin.

Namun selain ketiga nama di atas, masih ada satu nama lagi yang bisa menikung perolehan kursi Ducati.

Dialah Luca Marini.

Adik Valentino Rossi itu akan bernaung di VR46 Ducati.

Yang mencengangkan, Marini juga akan dibekali Desmosedici GP22.

Padahal secara performa, Marini masih kalah dari Martin maupun Bastianini pada musim debutnya tahun lalu.

Akan tetapi, kejutan bisa saja terjadi di musim ini andai Marini mampu melesat dengan GP22.

Direktur Tim Ducati telah menjelaskan alasan mengapa Marini mendapat GP22 sedangkan Bastianini yang performanya lebih baik, justru dapat motor lawas.

Baca Juga: Curhatan Francesco Bagnaia usai Resmi Bertahan di Ducati hingga MotoGP 2024

Semua itu tidak lepas dari masalah finansial. Gresini yang menaungi tim Bastianini kemungkinan kalah sponsor dengan VR46.

"Sejujurnya, itu tidak mungkin (memberikan motor pabrikan ke Bastianini)," kata Paolo Ciabatti kepada The Race beberapa bulan lalu."Bagi kami untuk menyediakan lebih dari lima motor pabrikan di MotoGP 2022 hampir tidak mungkin.""Bukan hanya karena alasan biaya, tetapi juga untuk keberlangsungan tim dan alasan logistik," aku pria asal Italia itu.

Baca Juga: Pentolan Dorna Sports Beberkan Peran Spesial Valentino Rossi untuk MotoGP

Sementara Luca Marini sendiri semakin percaya diri bakal tampil lebih cepat di musim ini dengan berbekal GP22.

"Secara umum, yang paling berubah dibanding GP19 adalah bahwa GP21 dan GP22 lebih baik di semua area, di mana saya banyak menderita tahun lalu, misalnya ketika berbelok, grip saat keluar tikungan," ungkap Marini dikutip Sportfeat dari Motorsport.“Motor lebih mudah dihentikan, tetapi dari GP21 hingga GP22 saya belum bisa mengatakan banyak hal."

"Yang pasti, Desmosedici GP22 memiliki lebih banyak potensi dan itu benar-benar motor yang kuat."

"Saya pikir Ducati telah melakukan pekerjaan yang sangat baik,” kata pembalap jebolan VR46 Academy itu.