Find Us On Social Media :

Fabio Quartararo Mencak-mencak ke Yamaha Sebelum Luluh Teken Kontrak

Pembalap Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo di sela-sela sesi FP MotoGP Qatar 2022 di Sirkuit Losail, Jumat (4/3/2022).

SportFEAT.com - Sebelum tanda tangan perpanjangan kontrak dengan Yamaha untuk MotoGP 2023, Fabio Quartararo sempat dibikin geram karena satu hal.

Yamaha sudah secara resmi mengumumkan perpanjangan kontrak Fabio Quartararo.

Juara dunia MotoGP 2021 itu akan bertahan di Yamaha dua tahun lagi yang artinya Quartararo akan menunggangi YZR-M1 hingga MotoGP 2024.

Quartararo saat ini menjadi satu-satunya pembalap Yamaha yang berhasil memaksimalkan potensi yang dimiliki motor M1.

Pembalap asal Prancis itu bahkan mampu konsisten hingga memimpin daftar klasemen sementara hingga paruh musim MotoGP 2022.

Baca Juga: Sedihnya Alex Rins, Suzuki Mundur dari MotoGP dan Belum Punya Kepastian Balapan di MotoGP 2023

Kendati begitu, negoisasi perpanjangan kontrak Quartararo dengan Yamaha tidak semulus yang diharapkan.

Hal itu tak terlepas dari Quartararo yang belum puas dengan kinerja jet daratnya.

Sejak tes pramusim MotoGP 2022, Quartararo terus menekan insinyur Yamaha untuk meningkatkan tenaga mesin YZR-M1.

Quartararo sempat mengancam akan pergi ke tim lain yang memiliki motor dengan performa top speed yang di atas rata-rata.

Bahkan ia mengaku sempat geram dengan Yamaha yang tak kunjung merealisasikan performa kendaraan yang ia inginkan.

Baca Juga: Fabio Quartararo Ternyata Sempat Nego dengan Tim Lain Sebelum Teken Kontrak Bareng Yamaha, Begini Kronologinya

"Saya tidak fokus secara mental, karena saya melihat Yamaha tidak berevolusi," buka Quartararo dikutip Sportfeat dari Paddock-GP.

"Kemarahan mengambil kepalaku dan menghalangiku. Saya merasa terjebak, karena motornya tidak naik satu kilometer per jam dalam 18 bulan.”

Sayangnya kemarahan itu malah mengganggunya di awal-awal musim MotoGP 2022.

El Diablo, julukan sang pembalap kesulitan menembus rombongan pembalap depan karena kurangnya performa top speed Yamaha.

Seusai balapan, tak heran jika Quartararo terus mengungkapkan kekecewaanya soal kurang mumpuninya pekerjaan yang dilakukan tim berlogo garpu tala itu.

Baca Juga: Resmi Gantung Raket, Greysia Polii Buka Suara Soal Teka-teki Karier Selanjutnya di BWF

Permintaan pembalap berusia 23 tahun itu sebenarnya cukup masuk akal.

Quartararo tidak berharap Yamaha mampu memiliki kualitas top speed seperti yang dimiliki Desmosedici milik Ducati saat berada di lintasan lurus.

Tapi setidaknya ia berharap ada beberapa kemajuan yang bisa dilakukan timnya.

Kendati mengalami performa yang jauh dari harapannya, Quartararo beruntung mampu bangkit dengan cepat.

Baca Juga: Sampai Bilang 'Gila', Pasangan Terbaik Denmark Heran dengan Stok Ganda Putra Indonesia yang Melimpah

Baginya, jika hanya berfokus pada bagian kekurangan motor saja, ia tak akan mampu bersaing dengan pembalap lainnya.

"Setelah Austin, saya menerima situasinya dan mencoba mengeluarkan yang terbaik dari motor yang saya miliki," lanjut Quartararo lagi.

"Di Portimao saya menang dan saya berkata pada diri sendiri bahwa saya harus berhenti berbicara tentang kecepatan tertinggi, tetapi berkonsentrasi pada apa yang harus saya lakukan.”

"Tidak masuk akal untuk marah pada sesuatu yang tidak dapat Anda ubah. Kemarahan tidak membantu untuk mendapatkan hasil yang baik,” pungkasnya.