Find Us On Social Media :

Denmark Open 2022 - Sejak Kalah Mengejutkan dari Pasangan Indonesia, Ganda Putra Nomor Satu Dunia Asal Jepang Makin Ambyar

Pasangan ganda putra Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, merayakan kemenangan mereka atas Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (Indonesia), pada final Indonesia Masters 2021 di Bali International Convention Centre, Bali, 21 November 2021.

SportFEAT.com - Sejak kalah mengejutkan dari Leo/Rolly, permainan Takuro Hoki/Yugo Kobayashi makin ambyar hingga langsung tersingkir di babak pertama Denmark Open 2022.

Ganda putra nomor satu dunia, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi secara mengejutkan justru langsung tersingkir dari Denmark Open 2022.

Ganda putra asal Jepang itu langsung kalah begitu bertanding pada babak pertama Denmark Open 2022, Selasa (18/10/2022) kemarin.

Padahal, Denmark Open 2022 merupakan turnamen perdana Takuro Hoki/Yugo Kobayashi berstatus sebagai unggulan pertama dan menyandang peringkat satu dunia.

Baca Juga: Denmark Open 2022 - Pesan Tersirat dari Ahsan/Hendra untuk Wakil Indonesia demi Redam Satu Kendala

Yang lebih miris, mereka harus kalah dari pasangan non-unggulan tuan rumah, Jeppe Bay/Lasse Molhende, dalam dua gim langsung, 15-21, 14-21.

Kekalahan tersebut semakin memperkuat indikasi adanya penurunan masif dalam performa Hoki/Kobayashi.

Tepatnya sejak menderita kekalahan mengejutkan dari pasangan muda Indonesia Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin pada turnmen kandang mereka, Japan Open 2022.

Kala itu, di babak pertama  Japan Open 2022, Hoki/Kobayashi benar-benar tak disangka harus tersingkir cepat usai kalah melawan Leo/Daniel.

Jeda satu bulan sebelum ke Denmark Open 2022 ternyata masih belum jua membuat Hoki/Kobayashi mampu bangkit.

Setelah laga Denmark Open 2022 kemarin, pasangan Jepang mengakui bahwa permainan mereka jauh dari performa terbaik.

Khususnya Yugo Kobayashi, yang seperti kembali ke 'setelan pabrik', karena banyak melakukan unforced error.

Terutama dalam situasi service, yang notabene jadi modal menyerang permainan ganda putra.

"Saya terlalu banyak membuat kesalahan," aku Yugo Kobayashi dikutip Sportfeat dari BWF Badminton.

Takuro Hoki yang biasanya menjadi motor serangan, sebagai playmaker, juga tak mampu berbuat banyak.

Settingan untuk memulai serangan banyak tak berjalan dengan lancar.

Kini Hoki/Kobayashi berusaha untuk mengembalikan lagi kepercayaan diri mereka. Mereka ingin kembali dalam level seperti tahun lalu, di mana mereka jadi ganda putra kuat yang sulit dikalahkan.

"Kami tidak bisa bermain dengan bagus dan tidak bisa mendikte reli," kata Kobayashi.

"Kami benar-benar harus mengembalikan level performa kami seperti tahun lalu, yang membuat kami sulit dikalahkan," katanya.

Kekalahan Hoki/Kobayashi membuat Jepang kini tinggal mengandalkan dua pasangan ganda putra, yakni Keiichiro Matsui/Yoshinori Takeuchi dan Akira Koga/Taichi Saito.