Find Us On Social Media :

Emosinya Dibuat Kacau Balau, Fabio Quartararo Akan Temui Psikolog usai MotoGP 2020 Berakhir

Pembalap Petronas Yamaha, Fabio Quartararo, seusai mengalami kecelakaan di Sirkuit MotorLand Aragon, Jumat (16/10/2020).

Bahkan, Marquez sendiri dalam satu wawancara juga pernah memfaoritkan Quartararo sebagai kandidat juara dunia musim ini.

Tingginya antusiasme penggemar MotoGP dan mungkin Fabio Quartararo sendiri dalam bersiap menyambut kesuksesannya musim ini rupanya jadi tekanan berat bagi El Diablo.

Pembalap yang baru berusia 21 tahun itu agaknya masih kurang mampu mengendalikan emosinya, baik ketika ia banyka dipuja-puji maupun ketika ia terpuruk.

Baca Juga: Serba-serbi MotoGP Portugal 2020, Seri Penutup Musim Ini yang Suguhkan Berbagai Hasil Dramatis

Hal itu tergambar jelas ketika Quartararo mulai menunjukkan penurunan performa, terutama saat ia gagal mencetak kemenangan di seri kandangnya, MotoGP Prancis 2020.

Berangkat sebagai pole position, Quartararo justru mengawali start dengan cukup buruk hingga podium pun lenyap dari genggaman.

Semenjak itu, penampilan start dari Quartararo semakin terlihat buruk dan terus tertinggal dari lawan-lawannya.

Baca Juga: MotoGP 2020 Resmi Berakhir, Sayonara Andrea Dovizioso dan Cal Crutchlow!

Isu persoalan motor Yamaha memang jadi masalah yang memang menghalangi Quartararo, namun ia pun kini mengakui bahwa dirinya gagal mengelola emosinya seiring dengan pasang surut penampilannya musim ini.

"Ini telah menjadi musim pasang surut bagi saya," ujar Fabio Quartararo dikutip SportFEAT dari GPOne.

"Saya ingin bersantai dan rehat, istirahat dari banyaknya cercaan pertanyaan wartawan dan balapan. Saya harus rehat total sementara waktu dan banyak menghabiskan waktu bersama keluarga saya," tukasnya.