Find Us On Social Media :

Deretan Faktor Kegagalan Indonesia di Thomas Cup 2022 dan Target SEA Games 2021 yang Meleset

Ganda putra Indonesia, Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan, tampil di perempat final SEA Games 2021, di Bac Giang Gymnasium, Vietnam, Jumat (20/5/2022).

SportFEAT.com - Deretan faktor kegagalan Indonesia di Thomas Cup 2022 dan target tim putra di SEA Games 2021 yang meleset kembali disorot.

Kegagalan tim putra Indonesia di Thomas Cup 2022 dan SEA Games 2021 seolah menjadi rasa sakit hati berlipat ganda.

Belum sembuh luka akibat kegagalan mempertahankan gelar di Thomas Cup 2022, tim putra Indonesia kembali menanggung hasil miris di SEA Games 2021.

Di Thomas Cup 2022, perjuangan tim Thomas Indonesia yang bersusah payah dari fase grup hingga semifinal, harus diakhiri dengan kekalahan memalukan di laga puncak.

Baca Juga: Bikin Bangga! Apriyani Rahayu Masuk Daftar Forbes 30 Under 30

Pada final Thomas Cup 2022, Indonesia langsung kalah 0-3 dari India, tim underdog yang sukses jadi kuda hitam di turnamen ini.

Padahal, Indonesia memiliki rekor tak terkalahkan sejak fase grup hingga semifinal.

Selang beberapa hari kemudian, tim putra Indonesia kembali menanggung kegagalan di SEA Games 2021.

Target SEA Games 2021 dari PBSI meleset. Dari awalnya menargetkan 3 medali emas, Indonesia 'hanya' berhasil membawa pulang 2 keping medali emas.

Target tiga medali emas SEA Games 2021 sejatinya dipatok untuk sektor beregu putra, tunggal putra dan ganda putra.

Baca Juga: Mantan Rival Taufik Hidayat Percaya Lee Zii Jia Bisa Jadi Raja Bulu Tangkis Dunia, Ini Alasannya!

Namun sektor beregu putra dan tunggal putra gagal.

Beregu putra harus puas hanya mendapat medali perunggu. Ini adalah pertama kalinya tim putra Indonesia gagal melaju ke final SEA Games sejak tahun 2007.

Sedangkan di tunggal putra, hasilnya lebih di bawah ekspektasi. Tidak ada wakil yang menyumbang medali. Dua wakil yang dikirim, Christian Adinata dan Chico Aura Dwi Wardoyo sudah tersisih di babak-babak awal.

Baca Juga: Apriyani Rahayu Lempar Kode Greysia Polii Sudah Gantung Raket, Indonesia Masters 2022 Jadi Momen Perpisahan?

Adinata tersingkir di babak 16 besar, sedangkan Chico yang notabene berstatus unggulan 3, secara mengejutkan kalah di babak perempat final dari pemain non-unggulan Singapura, Jia Heng Jason Teh.

Wajah tim putra Indonesia masih terselamatkan berkat All Indonesian Final di ganda putra pada nomor perorangan SEA Games 2021.

Meski begitu, rangkaian hasil rapor merah tim putra pada dua turnamen tersebut jelas menjadi alarm keras bagi skuad Merah Putih.

Rionny Mainaky selaku Kabid Binpres PBSI pun angkat bicara perihal penyebab kegagalan di Thomas Cup 2022 dan SEA Games 2021.

Baca Juga: Respon PBSI soal Aksi Viral yang Dilakukan Pebulu Tangkis Ganda Putra Indonesia Ranking 16 Dunia

"Saya lihat teman-teman di Piala Thomas sudah maksimal, tapi sayang di final ada kendala seperti Jonatan (Christie) misalnya kaki kirinya tidak enak, begitu juga Ginting mungkin ada sesuatu tapi dia memaksakan untuk terus berjuang," tutur Rionny dikutip Sportfeat dari Antara.

"Saya harap mereka lebih siap, jadi kita jangan santai lagi untuk menghadapi lawan. Kemarin mungkin juga masih ada lengah karena status juara bertahan, tapi setelah ini harus jadi pelajaran untuk tim," kata Rionny.

Adapun di SEA Games 2021, Rionny mengatakan bahwa masalahnya terletak pada mental pemain yang harus ditempa lebih kuat.

Baca Juga: Selalu Jadi Momok, Ganda Putra Nomor 2 Malaysia Beberkan Perbedaan Pola Permainan Indonesia dengan Jepang

"Mereka saya lihat agak kaget saat tampil dan akhirnya tidak bisa maksimal," ujar Rionny.

"Pemain muda ini rupanya ada rasa takut. Pemanasan sudah bagus, tapi secara mental kurang siap. Ini yang saya sampaikan sebagai kendala saat evaluasi tim," tuturnya.

Baca Juga: Tak Kunjung Juara, Ganda Putra Nomor Satu Malaysia Akan Dipisah?

Dua kegagalan yang ditanggung tim putra pada dua event besar terebut hendaknya jadi bahan evaluasi demi penampilan lebih baik.

Rionny berharap, tim Indonesia akan lebih meningkat saat tampil di turnamen kandang yang tak lama lagi digelar, Indonesia Masters 2022 dan Indonesia Open 2022.

"Hasil kemarin harus jadi evaluasi, tapi saya berharap yang muda-muda ini bisa membuat kejutan di Indonesia Masters dan Open," kata Rionny.