Find Us On Social Media :

Ganda Campuran Indonesia Gacor, Tuah Flandy Limpele Langsung Berbuah 3 Gelar Juara

Ganda campuran Indonesia, Amri Syahnawi/Winny Oktavina Kandow juara Nantes International Challenge 2022. Ini gelar ketiga mereka secara beruntun di tahun 2022

SportFEAT.com - Tangan dingin Flandy Limpele benar-benar sakti, membuat ganda campuran Indonesia langsung memborong tiga gelar juara secara beruntun. Namun Flandy masih tetap rendah hati.

Kabar bahagia datang dari sektor ganda campuran Indonesia, tepatnya dari sektor pasangan pelapis.

Di saat para senior ganda campuran Indonesia meredup, secercah harapan muncul dari pasangan muda Amri Syahnawi/Winny Oktavina Kandow.

Amri Syahnawi/Winny Oktavina Kandow berhasil menjadi juara Nantes International Challenge 2022 di Prancis pada Minggu (26/6/2022).

 Baca Juga: Jadwal Malaysia Open 2022 - Ginting-Jojo Lawan Wakil India, Putri KW Debut

Amri/Winny yang berjuang dari babak kualifikasi, mampu mengalahkan pasangan Thailand yang berperingkat lebih tinggi, Ratchapol Makkasasithorn/Jhenicha Sudjaipraparat pada laga final dalam dua gim langsung.

Pada pertandingan yang berlangsung di Salle Sportive Metropolitaine de la Trocardiere, Amri/Winny yang masih duduk di peringkat 311 dunia, mampu menang dengan skor 21-15, 21-18 dalam durasi 37 menit saja atas pasangan ranking 151 dunia itu.

Gelar juara di Nantes IC 2022 menjadi gelar ketiga dalam tiga pekan beruntun bagi Amri/Winny sepanjang tahun ini.

Sebelumnya mereka juga sudah memborong dua gelar juara dari Lithuanian International 2022 serta Bonn International 2022 di Jerman.

Padahal, duet Amri/Winny tergolong duet baru.

Baca Juga: Malaysia Open 2022 - Ganda Putri Nomor Satu Negeri Jiran Berharap Penonton Tuan Rumah Tiru Indonesia

Namun perpaduan serangan Amri di baseline dan ketangkasan Winny di depan net tampaknya menjadi racikan yang sangat pas untuk mereka.

Tentu saja fakta yang tak boleh dilupakan di balik tiga gelar juara Amri/Winny adalah sosok sang pelatih, Flandy Limpele.

Flandy Limpele yang baru bergabung ke PBSI pada April lalu, langsung berhasil menuntaskan tugas perdananya di tur Eropa bersama ganda campuran pratama.

Baca Juga: Malaysia Open 2022 - 5 Pemain Top Jepang Terancam Absen Usai Terpapar Covid-19 Sejak Mentas di Indonesia Open 2022

Flandy memang ditunjuk untuk menakhodai sektor ganda campuran pratama pelatnas PBSI.

Tugas melatih ganda campuran di PBSI pun tergolong baru bagi mantan partner Eng Hian dan Vita Marissa tersebut.

Pasalnya, pengalaman melatih Flandy sebelumnya lebih banyak menangani sektor ganda putra. Dari sejak melatih di India hingga Malaysia.

Sejak awal bergabung ke PBSI, pelatih yang dikenal punya program latihan fisik yang sangat keras dan disiplin itu pun sudah mengakui bahwa ia memang merasa tertantang mengampu sektor ganda campuran.

Kini, tuah tangan dingin Flandy Limpele telah berbicara.

Hasil tiga medali emas dari tiga turnamen Eropa di sektor ganda campuran itu menjadi bukti nyata bahwa keputusan Flandy keluar dari BAM Malaysia dan kembali ke Tanah Air bukanlah keputusan yang salah.

Meski begitu, pelatih 48 tahun itu ternyata enggan sesumbar dan berbangga diri.

Flandy Limpele tetap memilih rendah hati dan mengatakan bahwa hasil 3 gelar tersebut tidak lepas dari kualitas Amri/Winny sendiri.

"Alhamdulillah, terima kasih. Bisa mengakhiri tugas pertama saya dengan hasil yang penuh berkah," ungkap Flandy dalam akun Instagramnya.

"Tiga gelar juara dalam 3 minggu. Bukan karena coach yang hebat, tapi karena mereka mau berjuang. Selamat," ucap Flandy sambil mengunggah foto podium Amri/Winny.

"Semoga semakin kuat dan berjaya, dan jangan lupa banyak bersyukur," tambah Flandy.

Kesuksesan Flandy Limpele mengantarkan ganda campuran muda Indonesia meraih 3 gelar juara tahun ini jelas menjadi angin segar.

Sudah hampir 2 tahun lamanya sektor ganda campuran Indonesia berpuasa gelar.

Nama-nama pasangan senior seperti Praveen Jordan/Melati Daeva Oktaviani serta para pasangan utama pelatnas PBSI, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari, Adnan Maulana/Mychelle Crhystine Bandaso serta Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati masih kesulitan menambah gelar.

Terakhir kali ganda campuran Indonesia meraih gelar sebelumnya adalah pada Spain Masters 2021 (Mei) lewat kemenangan Rinov/Pitha.

Praveen/Melati terakhir kali juara di All England Open 2020.

Sedangkan Adnan/Mychelle dan Rehan/Lisa, kedua pasangan ini terakhir kali naik podium tertinggi pada tahun 2019, masing-masing di turnamen Russian Open dan Finnish Open.